LABUHANBATU MediaCyberNews.com-Miris, pembangunan parit dijalan Sempurna Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu tersebut Sangat Memperihatinkan, Demikian dikatakan salah seorang TOMAS dan warga pada saat berjalan persisnya diatas badan cor box sebagai penutup pembangunan parit Drainase dijalan SM Raja Rantau Selatan,kepada awak media, Selasa (03/02/2026) siang.
Menurut K.Ritonga (60), Sebagai Tokoh masyarakat menilai dari pekerjaan pembangunan parit dijalan Sempurna Kecamatan Rantau Selatan Senilai Rp.1.494.600.000; yang dikerjakan oleh Pihak CV.TRI JAYA SAKTI Terkesan asal jadi.
“Itu kalau kita lihat dan diperiksa , kerjaan pembangunan parit Drainase itu dikerjakan asa jadi oleh rekanan. Banyak ditemukan, yaitu, pemasangan Cor Box penutup parit Drainase, tidak duduk dan tidak disemen, makanya Cor Boxnya banyak yang goyang. Nanti kalau orang berjalan diatas Cor Box itu, pasti terkejut karena bergoyang. Bisa juga itu buat orang terpeleset dan jatuh tiba-tiba.”katanya
Lebih lanjut, K Ritonga, yang notabene juga pernah berkecimpung sebagai kontraktor / pemborong, menjelaskan, bahwa pemasangan Cor Box pada pembangunan parit Drainase tersebut, terlihat tidak rapi dan tidak merata. Artinya, tidak pakai teknik timbangan air.
” Coba perhatikan, Cor Box, baling, ada mereng kiri dan ada mereng ke kanan. Karena, pemasangan tidak rapi. Kedua, tidak ada isapan air antara bahu jalan ke parit, semua tumpat. Bagiamana air masuk kedalam parit, tidak dipasang isapan airnya. Padahal, lokasi jalan SM Raja ini masuk didalam wilayah kota Rantauprapat. Harusnya kan rapi dan cantik. Cukup jelek lah. Kalau kami dulu borong, sudah disuruh bongkar ini, karena tidak bagus dan jelek.”ungkapnya
Sungguh sangat disayangkan, seharusnya para kontraktor Mendukung program Bupati kabupaten Labuhan batu Untuk menata kota, Alhasil pekerjaan proyek dinas PUPR Kabupaten Labuhanbatu bersama rekanan , asal jadi, sehingga terlihat jelek.
“Bagaimana pak, katanya mau Menata Kota, kalau pembangunan didalam wilayah kota Rantauprapat saja, semua asal asal jadi, sehingga jelek dan Amburadul. Sayang anggaran, anggaran APBD , satu koma empat milyar tersebut ya pak “, pungkas warga yang turut menyaksikan kondisi pembangunan parit serta pemasangan Cor Box penutup Drainase tersebut hampir seluruhnya baling dan miring.
“Terpisah, Kepala dinas PUPR Kabupaten Labuhanbatu Haris Tua Siregar S.T, terindikasi enggan dikonfirmasi wartawan ketika ditelpon melalui Via WhatsApp terkait pekerjaan proyek di Kabupaten Labuhanbatu TA 2025.
“Mirisnya lagi, Haris Tua Siregar selaku Kepala dinas dan kuasa pengguna anggaran (KPA) juga selaku Pejabat Pembuat Komitmen. (PPK) pelaksana pekerjaan proyek ditahun anggaran 2025.
Tak hanya itu, selain pembangunan parit Drainase di SM Raja senilai Rp 1,4 Miliar lebih tersebut, ada pekerjaan proyek Pemeliharaan Rutin Jalan Daerah senilai Rp 2 milyar yang dikerjakan langsung oleh dinas PUPR Labubanbatu melalui Swakelola dan sama pekerjaan proyek Pemeliharaan Rutin Drainase Kabuapten Labuhanbatu TA 2025 senilai Rp 1 milyar. Sayang, Kepala dinas PUPR Labubanbatu tidak dapat dikonfirmasi dikantornya.
Reporter: (Hendro Nasution)
![]()





