Semarakkan HUT ke-25 Pemkot dan Agenda APEKSI, Disdikbud Singkawang Gelar Pekan Kebudayaan Daerah 2026

SINGKAWANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Singkawang tengah mematangkan persiapan penyelenggaraan Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) 2026 dan Karnaval Budaya Merah Putih. Rangkaian agenda bergengsi ini dijadwalkan berlangsung pada 15–18 Oktober 2026 guna memeriahkan Hari Jadi ke-25 Pemerintah Kota Singkawang sekaligus menyambut Rembuk Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).

Kepala Disdikbud Kota Singkawang, H. Asmadi, menyampaikan bahwa perhelatan ini akan melibatkan lintas elemen masyarakat, mulai dari pelajar berbagai jenjang pendidikan, sanggar seni, pegiat budaya, hingga organisasi kebudayaan dan komunitas lokal.

“Konsep budaya yang kami angkat berpatokan pada 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK). Selain sajian pertunjukan seni dan budaya, setiap sekolah juga akan membuka stan pameran yang menampilkan edukasi kebudayaan,” ujar Asmadi dalam konferensi pers.

Asmadi menekankan bahwa PKD 2026 bukan sekadar ajang unjuk bakat, melainkan instrumen strategis dalam memperkuat pendidikan karakter siswa serta merealisasikan gerakan Satu Sekolah Satu Kearifan Lokal.

Rangkaian Agenda Empat Hari berturut-turut

Jadwal kegiatan
Jadwal kegiatan

Rangkaian kegiatan kebudayaan ini dipusatkan di beberapa titik strategis Kota Singkawang dengan jadwal sebagai berikut:

  • Kamis, 15 Oktober 2026: Diawali dengan Lawatan Sejarah ke sejumlah cagar budaya, diikuti pembukaan resmi PKD 2026 serta Panggung Pentas Seni Budaya di Taman Cahaya Madani.

  • Jumat, 16 Oktober 2026: Pentas Seni Budaya berlanjut di Taman Cahaya Madani mulai pukul 14.00 hingga 22.00 WIB.

  • Sabtu, 17 Oktober 2026 (Puncak Acara): Penyelenggaraan Karnaval Budaya Merah Putih yang berpusat di Kantor Wali Kota Singkawang. Karnaval ini melibatkan ribuan peserta dari tingkat TK hingga Perguruan Tinggi, majelis seni budaya, serta ormas.

  • Minggu, 18 Oktober 2026: Penutupan rangkaian kegiatan di Taman Cahaya Madani yang diakhiri dengan Malam Pesta Rakyat.

Ruang Ekspresi Inklusif dan Terkurasi

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Singkawang, Felicity Yossy, menegaskan bahwa PKD 2026 dikonsep secara terbuka dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Seluruh materi pertunjukan telah melalui proses kurasi ketat guna memastikan kualitas pergelaran yang merepresentasikan kekayaan Nusantara.

“Pemerintah Kota Singkawang menyediakan wadah ini sebagai ruang publik bagi seluruh pelaku seni. Kami mengundang seluruh masyarakat untuk hadir, mengapresiasi, dan berpartisipasi aktif,” tuturnya.

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal dan Toleransi

Selain dampak edukasi dan pelestarian budaya, Disdikbud memproyeksikan kegiatan ini mampu mendorong perputaran ekonomi daerah.

Hadirnya ribuan peserta dan pengunjung diperkirakan akan membangkitkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), jasa sewa pakaian adat, perlengkapan pertunjukan, hingga industri jasa pariwisata lokal.

Menutup keterangannya, Asmadi mengimbau seluruh warga Kota Singkawang untuk terus merawat iklim toleransi, menjaga ketertiban, dan menyambut para tamu agenda APEKSI dengan keramahan khas Singkawang. Melalui sinergi ini, budaya lokal diharapkan kian lestari sekaligus memperkokoh persatuan bangsa.

Hendra Sahat S.Kom

Loading

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *