Cepat Tanggapi Aspirasi Masyarakat, Pj Sekda & Dirut RSUD Temui Langsung Keluarga Korban

Foto istimewa: PJ Sekda Labuhan batu Abdi Jaya Pohan Dan Dirut RSUD Rantauprapat saat temui Masyarakat dan keluarga pasien

LABUHANBATU, MediaCyberNews.com— Polemik tagihan biaya perawatan bayi berinisial NTS yang meninggal dunia di RSUD Rantauprapat akhirnya menemui titik terang. Menyusul munculnya aksi massa di depan RSUD Rantauprapat pada Selasa (20/10/2026), Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Labuhanbatu, Abdi Jaya Pohan, S.H., M.H., bersama Direktur Utama RSUD Rantauprapat, dr. Ady Subrata, turun langsung menemui keluarga korban dan warga untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Pj Sekda Abdi Jaya pohan juga mengatakan bahwa persoalan biaya sebesar Rp7.495.770 telah diselesaikan dan dianggap selesai.

“Biaya administrasi dan perawatan tersebut telah kami selesaikan. Keluarga tidak perlu lagi membayar apapun. Semoga ini meringankan beban duka yang sedang dirasakan,” ujar Abdi Jaya Pohan di hadapan keluarga korban, masyarakat, dan para jurnalis yang hadir.

Sementara itu, Direktur Utama RSUD Rantauprapat, dr. Ady Subrata, menjelaskan kronologi penanganan dari sisi pihak rumah sakit.

“Kejadian berlangsung pada Minggu malam, dan saya baru menerima laporan pada Senin pagi. Saya langsung memerintahkan staf agar jenazah segera dipulangkan, urusan biaya akan kami selesaikan di belakang,” jelas dr. Ady Subrata.

Ia menegaskan bahwa penyelesaian biaya ini dilakukan secara khusus untuk kasus ini, bukan berarti digratiskan secara umum.

“Kami tidak menggratiskan secara umum. Jika kami gratiskan, nanti semua akan meminta gratis. Namun untuk kasus ini, kami alokasikan dana dari pihak rumah sakit untuk menutup tagihan korban,” tegasnya.

Dirut juga menambahkan bahwa keterlambatan penanganan terjadi karena peristiwa berlangsung pada malam hari, dan pihaknya baru mendapatkan informasi pada keesokan harinya.

Peristiwa bermula pada Minggu malam (18/10/2026), sekitar pukul 21.00 WIB. AS, warga Padang Bulan, Kecamatan Rantau Utara, membawa anaknya ke RSUD Rantauprapat untuk penanganan medis darurat. Sayangnya, sekitar pukul 22.00 WIB, dokter menyatakan si kecil telah meninggal dunia.

Keluarga sempat mengalami kendala saat hendak membawa pulang jenazah karena diminta melunasi tagihan biaya perawatan secara tunai terlebih dahulu. Informasi ini kemudian viral di media sosial dan memicu gelombang protes masyarakat yang mendesak pihak rumah sakit untuk mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

Aksi massa dan keluarga korban di depan RSUD Rantauprapat mendapat respon cepat. Pj Sekda Abdi Jaya Pohan, S.H., M.H., beserta Dirut RSUD dr. Ady Subrata menemui langsung aksi massa dan pihak keluarga korban.

Suasana pertemuan berakhir damai, ditandai dengan jabat tangan antara keluarga korban, Pj Sekda, serta jajaran direksi RSUD Rantauprapat.

Diharapkan ke depan, komunikasi antara pihak rumah sakit dan keluarga pasien dapat berjalan lebih baik, sehingga persoalan administrasi tidak menambah beban keluarga yang sedang berduka.

 

Reporter: Hendro Nasution

Loading

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *