TANJUNGPINANG – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Tanjungpinang menggelar rapat koordinasi rutin membahas perkembangan inflasi dan ketersediaan bahan pokok periode Agustus 2025.
Rapat berlangsung di Ruang Rapat Engku Putri Hamidah, Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Kamis (11/9/2025).
Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zul Hidayat, dan dihadiri jajaran Forkopimda, Kepala BPS Kota Tanjungpinang, perwakilan Bank Indonesia, BMKG, Bulog, OPD terkait, serta tamu undangan dengan total sekitar 40 peserta.
Kepala BPS Kota Tanjungpinang, Yulia Tri Mardani, melaporkan inflasi bulanan (m-to-m) Agustus 2025 tercatat 0,26 persen, sementara inflasi tahunan (y-to-y) mencapai 1,23 persen.
“Angka ini terkendali meski dipengaruhi fluktuasi harga pangan, transportasi, dan kesehatan,” ujarnya.
Perwakilan Bank Indonesia Tanjungpinang, IDG Matik Bonan, mengingatkan potensi inflasi September 2025 dipicu biaya pendidikan, fluktuasi nilai tukar, serta harga emas akibat situasi geopolitik.
BI merekomendasikan pemerintah daerah menjaga transparansi dan ketersediaan pangan untuk mengendalikan harga.
Dari sisi beras, Perum Bulog Tanjungpinang memastikan stok beras SPHP mencapai 11.779 kilogram dan cukup hingga Desember 2025.
Penyaluran dilakukan melalui pengecer, GPM, koperasi, ritel modern, hingga instansi pemerintah.
Namun, SCCP Bulog Tanjungpinang, Rifo Hardian, menyebut adanya kendala karena beras dari Batam dijual lebih murah dibanding beras SPHP.
Kabid Perdagangan Disperindag Kota Tanjungpinang, Fransiska Sirait, menegaskan stok pangan pokok masih aman bahkan surplus. Hal serupa disampaikan Dinas Pertanian, Perikanan, dan Perkebunan (DPPP) yang tengah menggencarkan penanaman jagung dan cabai bersama Polresta Tanjungpinang. Meski demikian, cuaca yang tidak menentu masih menjadi kendala utama petani.
Sementara itu, Dandim 0315 Tanjungpinang, Letkol Inf Abdul Hamid, menyoroti hasil panen cabai lokal yang kurang terserap pasar hingga dijual murah ke tengkulak.
Ia juga mencatat kelangkaan telur ayam di lapangan meski data menunjukkan stok surplus.
“Saya sarankan agar stok pangan yang tidak terserap bisa dimanfaatkan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang segera berjalan,” katanya.
![]()




