SINGKAWANG, KALIMANTAN BARAT — Perumda Air Minum Gunung Poteng (AMGP) Kota Singkawang mengambil langkah proaktif dalam memetakan sejumlah zona dengan suplai air bersih yang belum optimal. Langkah strategis ini disusul dengan pengajuan usulan prioritas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Tahun 2026 kepada Komisi V DPR RI, Pemerintah Kota Singkawang, DPRD, serta mitra swasta guna mengakselerasi peningkatan kualitas pelayanan publik.
Berdasarkan data proyeksi kependudukan, Kota Singkawang saat ini menaungi 252.069 jiwa dengan target cakupan layanan sebesar 60 persen. Untuk mencapai target tersebut, dibutuhkan pasokan air baku sebesar 606,83 liter per detik. Namun, kapasitas produksi riil baru mencapai 255,30 liter per detik, sehingga terdapat selisih (gap) pasokan sebesar 351,53 liter per detik. Hingga kini, cakupan layanan aktif berada di angka 30,95 persen dengan total 26.876 pelanggan.
Pemetaan Wilayah Terdampak dan Kendala Teknis
Hasil pemetaan menunjukkan bahwa wilayah terdampak suplai tidak optimal terkonsentrasi di beberapa titik, antara lain:
- Singkawang Utara: Kawasan Sungai Garam.
- Singkawang Barat: Sejumlah titik padat penduduk.
- Singkawang Tengah: Kawasan Bukit Batu dan Sungai Wie.
Perumda AMGP mengidentifikasi sejumlah faktor utama penyebab kendala distribusi ini, meliputi:
- Defisit Air Baku: Kapasitas air baku untuk Instalasi Pengolahan Air (IPA) 1 dan IPA 2 masih kurang.
- Keterbatasan Kapasitas IPA: Kapasitas eksisting IPA 1 dan IPA 2 belum mencukupi (kekurangan pasokan masing-masing sekitar 75 liter per detik di IPA 1 dan 20 liter per detik di IPA 2).
- Kendala Infrastruktur Pipa: Mayoritas pipa distribusi utama masih berdiameter 150 milimeter yang hanya mampu menyalurkan debit 10 hingga 25 liter per detik.
- Penurunan Performa Pompa: Debit IPA 3 Roban mengalami penurunan dari kapasitas normal 120 liter per detik menjadi 70–80 liter per detik akibat kerusakan impeller pompa transmisi.
Kendati demikian, potensi positif tercatat di IPA Semelagi di mana ketersediaan air baku sungai terpantau melimpah. Kendala di wilayah ini murni bertumpu pada keterbatasan kapasitas pipa dan belum adanya penambahan unit IPA berkapasitas 37 liter per detik. Sementara itu, IPA 3 saat ini mencatatkan surplus pasokan sekitar 60 liter per detik.
Program Prioritas dan Skema Pendanaan Multi-Jalur
Guna menjawab tantangan tersebut, Perumda AMGP telah merumuskan 11 program prioritas dengan estimasi kebutuhan kajian anggaran sebesar Rp609,9 miliar. Program ini mencakup pembangunan jaringan distribusi utama, penambahan serta peningkatan kapasitas IPA, pembangunan intake, hingga booster air baku.
Untuk merealisasikan program tersebut secara efektif, pendanaan dibagi melalui empat jalur strategis:
- Komisi V DPR RI: Fokus pada pendanaan jaringan utama dan pembangunan IPA.
- Pemerintah Kota dan DPRD Singkawang: Fokus pada pembiayaan seluruh jaringan distribusi pembagi melalui APBD secara bertahap (mencakup 39 lokasi sepanjang 36,8 kilometer dengan estimasi Rp32,85 miliar).
- Kerja Sama Bisnis (B2B): Pelibatan mitra swasta untuk akselerasi investasi infrastruktur.
Perumda AMGP menegaskan bahwa nilai anggaran di atas masih bersifat indikatif dan akan melalui proses verifikasi lanjutan melalui penyusunan Detail Engineering Design (DED) serta Rencana Anggaran Biaya/Harga Perkiraan Sendiri (RAB/HPS). Perlu dicatat pula bahwa program yang telah berjalan tidak akan dihitung ulang sebagai usulan anggaran baru.
Komitmen Pimpinan untuk Solusi Berkelanjutan
Direktur Perumda Air Minum Gunung Poteng Kota Singkawang, H. Suriandi, S.P., berharap hasil analisis komprehensif terkait kendala suplai air ini dapat segera ditindaklanjuti secara lintas sektoral. Analisis tersebut sebelumnya telah dipaparkan secara resmi di hadapan DPRD Kota Singkawang dalam agenda audiensi bersama Komisi II pada Senin (19/10/2026) lalu.
“Harapan saya, apa yang sudah dianalisis dan disampaikan kepada DPRD Kota Singkawang dalam audiensi dengan Komisi II kemarin dapat segera menemukan solusi secepatnya, walaupun secara bertahap,” tegas Suriandi.
Melalui langkah sinergi antara eksekutif, legislatif, pemerintah pusat, dan badan usaha ini, Perumda AMGP optimis layanan air bersih di Kota Singkawang dapat berangsur-angsur membaik dan memenuhi standar kebutuhan masyarakat luas.
Sumber: Direktur Perumda Air Minum (PDAM) Gunung Poteng Kota Singkawang (H. Suriandi, S.P.)
![]()





