TANJUNGPINANG – Pariwisata Kepulauan Riau (Kepri) kembali menunjukkan geliat positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung pada Oktober 2025 mencapai 175.902 kunjungan, naik 27,47 persen dibandingkan Oktober 2024.
Lonjakan ini menegaskan bahwa sektor pariwisata Kepri terus pulih dan semakin menarik minat pelancong internasional.
Secara bulanan, terjadi penurunan kecil sebesar 0,22 persen dibanding September 2025. BPS menjelaskan bahwa koreksi ini mayoritas dipengaruhi oleh turunnya kunjungan melalui Batam sebesar 1,77 persen, mengingat kota tersebut merupakan gerbang utama masuknya wisman dengan porsi hampir 80 persen dari total kunjungan.
Penurunan kunjungan dari Malaysia yang merosot 19,84 persen juga turut memengaruhi angka bulanan. Meski demikian, sejumlah pintu masuk lain justru menunjukkan peningkatan signifikan.
Bintan naik 7,91 persen, Tanjungpinang meningkat 6,32 persen, dan Karimun tumbuh 2,12 persen. Wisman asal Singapura, yang mendominasi jumlah kedatangan, juga mencatatkan kenaikan 4,06 persen.
Singapura tetap menjadi pasar terbesar dengan 81.244 kunjungan atau 46,19 persen dari total kedatangan, disusul Malaysia dengan 42.626 kunjungan.
Sementara itu, pasar Tiongkok menunjukkan perkembangan mengesankan, dengan kenaikan 32,45 persen dibandingkan tahun lalu.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Hasan, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan sinyal kuat pemulihan pariwisata daerah.
Pertumbuhan 27,47 persen ini menegaskan bahwa Kepri kembali menjadi tujuan yang diminati. Terlepas dari sedikit penurunan bulanan, tren tahunan menunjukkan perkembangan luar biasa.
“Peningkatan di Bintan, Tanjungpinang, dan Karimun membuktikan bahwa upaya diversifikasi destinasi berjalan efektif,” ujar Hasan.
Sektor wisata domestik juga memberi kontribusi besar. Sepanjang Januari–Oktober 2025, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) ke Kepri mencapai 3,54 juta perjalanan, meningkat 24,91 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Batam menjadi daerah dengan jumlah perjalanan wisnus tertinggi, baik sebagai kota asal maupun tujuan.
Di sisi lain, industri perhotelan juga mengalami dampak positif. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Oktober 2025 tercatat 47,96 persen, naik tipis dari bulan sebelumnya.
Rata-rata lama menginap wisatawan mencapai 1,95 malam, dengan tamu asing mencatat rata-rata 2,02 malam, lebih tinggi dari wisatawan domestik yang berada pada angka 1,91 malam.
Dengan capaian ini, Kepri dipandang semakin siap menghadapi tantangan pariwisata ke depan sekaligus memperkuat posisinya sebagai destinasi unggulan di Indonesia.
![]()





