SINGKAWANG – Pemerintah Kota Singkawang mengambil langkah progresif dalam transformasi pelayanan publik dengan meresmikan Nomor Panggilan Darurat Singkawang Tanggap (SIGAP) 112. Peresmian layanan terintegrasi ini dipusatkan di Ruang Balairung Kantor Wali Kota Singkawang, Senin (18/05/2026).
Hadirnya SIGAP 112 menjadi tonggak baru bagi masyarakat Singkawang untuk mengakses bantuan kedaruratan. Melalui satu nomor tunggal yang beroperasi 24 jam dan bebas biaya (gratis) ini, warga dapat melaporkan berbagai insiden kritis, mulai dari kebakaran, kecelakaan, bencana alam, gangguan keamanan, hingga kedaruratan medis.

Sinergi Lintas Sektor dan Integrasi Nasional
Program ini merupakan bagian dari inisiasi Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia melalui gerakan “Sinergi Layanan 11X Indonesia Menuju Single Emergency Number”. Di tingkat daerah, sistem ini dikelola langsung oleh Pemkot Singkawang untuk mengoordinasikan laporan warga agar segera direspon oleh instansi terkait, seperti:
-
Dinas Kesehatan dan Ambulans Darurat
-
Pemadam Kebakaran (Damkar)
-
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
-
TNI dan Kepolisian (Polres Singkawang)
-
Relawan Kemanusiaan Setempat
Selain mengonsolidasikan lini lokal, SIGAP 112 juga terintegrasi secara nasional dengan nomor darurat spesifik lainnya, seperti Kepolisian (110), Pemadam Kebakaran (113), Basarnas (115), BNPB (117), dan Kementerian Kesehatan (119).
Komitmen Pemkot dan Apresiasi Pusat
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menegaskan bahwa layanan ini adalah jawaban nyata atas kebutuhan masyarakat terhadap proteksi keamanan yang responsif.
“Uji coba sistem ini sebenarnya sudah berjalan sejak tahun 2025, dan hari ini resmi kita luncurkan secara penuh. Kami ingin memastikan negara dan pemerintah selalu hadir dengan cepat saat warga berada dalam kondisi darurat,” ujar Tjhai Chui Mie.
Apresiasi tinggi turut datang dari Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Wayan Toni Supriyanto. Ia menilai Singkawang menunjukkan keseriusan tinggi dalam mengadopsi teknologi demi keselamatan publik.
“Ini bukan sekadar modernisasi teknologi, melainkan esensi bagaimana negara memangkas birokrasi saat masyarakat membutuhkan pertolongan darurat. Singkawang layak menjadi role model bagi daerah lain,” puji Wayan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Singkawang, Chantal Noviyanti, menjelaskan bahwa peluncuran ini merupakan buah dari persiapan matang. “Sebelum launching, kami telah melewati fase krusial, mulai dari pemantapan infrastruktur sistem, pelatihan intensif para operator, hingga simulasi taktis lintas instansi,” tuturnya.
Ketegasan Hukum Terhadap Panggilan Palsu
Meski akses dibuka seluas-luasnya, Wali Kota Tjhai Chui Mie memberikan peringatan keras kepada publik agar tidak menyalahgunakan fasilitas ini. Mengingat vitalnya fungsi 112, tindakan iseng (prank) atau laporan palsu dapat menghambat penanganan korban yang benar-benar membutuhkan bantuan.
“Jangan mempermainkan layanan ini. Pelaku penyalahgunaan atau penyebar laporan palsu akan ditindak tegas dan dapat dikenakan sanksi pidana sesuai hukum yang berlaku,” tegas Wali Kota.

Uji Coba Taktis dan Edukasi Publik
Acara yang berlangsung meriah ini turut dihadiri unsur kementerian, Forkopimda, kepala OPD, jajaran Kadiskominfo se-Kalimantan Barat, serta para jurnalis dan influencer lokal.
Untuk menguji kesiapan sistem, Wali Kota Singkawang memimpin langsung simulasi penanganan kebakaran di halaman kantor Wali Kota. Pasca-panggilan darurat dilakukan ke pusat operator, tim gabungan pemadam kebakaran berhasil tiba di lokasi dalam hitungan menit untuk menjinakkan api sesuai standar operasional prosedur.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan sesi jumpa pers bersama jajaran Pemkot Singkawang dan Kementerian Kominfo RI. Melalui keterlibatan aktif media massa dan kreator konten, informasi mengenai kegunaan SIGAP 112 diharapkan dapat meluas secara masif, guna mewujudkan Kota Singkawang yang lebih aman, modern, dan tangguh bencana.
HENDRA SAHAT
![]()





