Harmoni dalam Kebhinekaan: Messy Tandora Sebut Peringatan HUT Pattimura ke-209 Perkokoh Kedamaian Singkawang

Singkawang – Semangat perjuangan dan nilai-nilai kebersamaan pahlawan nasional Kapitan Pattimura menggema di Kota Singkawang. Perkumpulan Keluarga Maluku (PKM) wilayah Singkawang, Bengkayang, dan Sambas sukses menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura ke-209 yang dipusatkan di Kota Singkawang pada Sabtu (23/05/2026).

Mengusung tema “Katong Pererat Rasa Persaudaraan di Tanah Perantauan dalam Bingkai Singkawang Hebat”, agenda budaya yang sarat makna ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting. Di antaranya adalah perwakilan Pemerintah Kota Singkawang serta Anggota DPRD Kota Singkawang, Messy Tandora SH.MH .

‎Rangkaian acara dimulai sejak siang hari dengan prosesi penyambutan adat yang kental dan penuh khidmat. Salah satu momen paling sakral dalam peringatan ini adalah penyambutan dan penyalaan Api Obor Pattimura, sebuah simbol yang melambangkan kobaran semangat perjuangan yang tidak pernah padam.

Dalam prosesi tersebut, para tetua adat dan pemuda Maluku tampak anggun dan gagah mengenakan pakaian adat khas berwarna merah yang dilengkapi ikat kepala (lenso), tameng tradisional (salawaku), serta parang. Suasana semakin menyentuh sanubari saat lagu kebangsaan Indonesia Raya bergema, yang kemudian disusul dengan visualisasi tradisi Pela Gandong—sebuah ikatan persaudaraan hakiki khas Maluku yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan gotong royong.

Tidak hanya prosesi adat, perhelatan ini juga dimeriahkan oleh berbagai pertunjukan seni memukau, seperti Tarian Lenso dan Tarian Tifa Tanimbar Dodoloo. Penampilan apik tersebut berhasil menyedot perhatian sekaligus memukau para tamu undangan serta warga sekitar yang memadati lokasi acara.

Hadir di tengah-tengah kehangatan acara, Anggota DPRD Kota Singkawang, Messy Tandora, memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas inisiatif penyelenggaraan kegiatan seni dan budaya ini. Menurutnya, eksistensi dan kelestarian kebudayaan Maluku di Singkawang menjadi bukti nyata dari indahnya jalinan toleransi di kota tersebut.

‎”Peringatan HUT Pattimura ke-209 ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat fondasi persatuan kita. Warga perantauan Maluku telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keluarga besar masyarakat Singkawang, yang secara nyata ikut menjaga kedamaian dan menyukseskan visi Singkawang Hebat,” ujar Messy Tandora di sela-sela kegiatan.

Ia juga menambahkan bahwa semangat gotong royong dan persaudaraan yang dibawa oleh warga Maluku sangat selaras dengan predikat Singkawang sebagai salah satu Kota Paling Toleran di Indonesia. Kehadiran kebudayaan Maluku justru semakin memperkaya warna budaya lokal.

Setelah khidmat mendengarkan pembacaan riwayat singkat perjuangan Kapitan Pattimura serta sambutan dari Ketua Umum PKM, agenda dilanjutkan dengan tradisi Makan Patita pada sore hari. Makan Patita merupakan tradisi makan bersama seluruh warga dan tamu undangan dalam satu meja panjang, yang secara filosofis melambangkan kesetaraan, kebersamaan, dan luruhnya sekat-sekat perbedaan.

‎Kemeriahan peringatan HUT Pattimura ke-209 ini kemudian ditutup dengan acara hiburan musik dan tarian bersama yang berlangsung hingga malam hari, memancarkan atmosfer sukacita dan kedamaian yang mendalam bagi seluruh masyarakat yang hadir.

HENDRA SAHAT

Loading

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *