Gelar Naik Dango XXVI, Kota Singkawang Meriah dengan Karnaval dan Display Budaya Dayak

SINGKAWANG — Ribuan masyarakat memadati ruas jalan utama Kota Singkawang untuk menyaksikan langsung kemeriahan Karnaval dan Display Budaya Dayak yang digelar dalam rangka merayakan Gawe Dayak Naik Dango XXVI pada Kamis (28/5/2026). Parade budaya tahunan yang menampilkan ragam atraksi seni, busana adat unik, hingga deretan mobil hias bernuansa etnik Dayak ini sukses menjadi panggung kreativitas generasi muda sekaligus cerminan kuatnya harmoni antarbudaya yang terjalin erat di Kota Singkawang.

Parade megah tersebut dilepas langsung secara resmi oleh Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, bersama Wakil Wali Kota Muhammadin di kawasan historis Tugu Sang Panglima yang sekaligus menjadi titik kumpul utama bagi para peserta. Sejak pukul 13.00 WIB, atmosfer kota dipenuhi oleh dentuman musik tradisional dan warna-warni megah pakaian adat yang dikenakan oleh seluruh lapisan peserta karnaval sebelum akhirnya rombongan resmi memulai perjalanannya tepat pukul 14.00 WIB.

Berdasarkan data resmi kepesertaan, karnaval raksasa ini dimeriahkan oleh sedikitnya 1.375 pejalan kaki, 13 mobil hias etnik, 33 motor iringan, serta 33 mobil pengiring.

Sepanjang rute parade yang diawali dari titik Start di Tugu Sang Panglima menuju Jl. Kridasana, berlanjut melintasi Jl. GM Situt, Jl. Kesuma Wardani, Jl. Sejahtera, Jl. Niaga, Jl. Diponegoro, hingga Jl. Gusti Sulung Lelaang, dan berakhir di titik Finish Jl. Pelita, para peserta tampil memukau. Mereka menyuguhkan balutan pakaian adat khas Dayak yang secara apik dipadukan dengan sentuhan modernitas tanpa meninggalkan identitas tradisionalnya. Perjalanan karnaval ini kian semarak berkat iringan pertunjukan seni tradisional yang dinamis serta partisipasi aktif dari berbagai paguyuban suku Nusantara yang ada di Kota Singkawang.

Wali Kota Tjhai Chui Mie mengungkapkan rasa bangganya yang mendalam saat menyaksikan pesatnya perkembangan kreativitas masyarakat Dayak, khususnya generasi muda, dalam mengemas serta mempromosikan kebudayaan lokal menjadi lebih inovatif dan berdaya tarik tinggi.

“Zaman terus berkembang, begitu pula dengan kreativitas masyarakat Dayak. Kita bisa melihat lahirnya generasi muda Dayak yang lebih baik dan maju melalui inovasi pakaian adat yang dibalut nuansa masa kini,” ujar Tjhai Chui Mie.

Menurutnya, Karnaval dan Display Budaya ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial atau rutinitas tahunan belaka. Lebih dari itu, event ini merupakan ruang ekspresi budaya esensial yang memperlihatkan kapasitas nyata generasi muda dalam menjaga, melestarikan, sekaligus mengembangkan warisan luhur nenek moyang agar tetap relevan dan lestari di tengah derasnya arus perkembangan zaman.

Secara khusus, Tjhai Chui Mie juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas keterlibatan aktif berbagai paguyuban suku yang ikut berpartisipasi dan membaur memeriahkan parade budaya tersebut. Kehadiran berbagai elemen lintas etnis ini dinilai kian memperkokoh reputasi dan identitas Kota Singkawang sebagai kota paling toleran dan harmonis.

“Kita harus seperti ini terus. Naik Dango memang kebudayaan masyarakat Dayak, tetapi masyarakat dari suku lainnya juga merasa menjadi bagian dalam mendukung dan ikut serta dalam acara ini,” ungkapnya penuh semangat.

Di samping fungsinya sebagai wadah utama pelestarian budaya, kegiatan kolosal ini juga terbukti memberikan dampak positif yang luar biasa terhadap sektor pariwisata serta ekonomi kreatif daerah. Tingginya antusiasme jutaan pasang mata masyarakat, ditambah melonjaknya kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara pada setiap penyelenggaraan event budaya, secara berkala langsung menggerakkan roda aktivitas ekonomi para pelaku UMKM dan masyarakat lokal.

“Setiap ada event kebudayaan, kita bisa lihat Kota Singkawang selalu ramai oleh pengunjung. Ini sudah terbukti berdampak nyata pada peningkatan sektor ekonomi masyarakat kita,” pungkas Tjhai Chui Mie di akhir wawancara.

Loading

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *