Bintan (Kepri)- MediaCyberNews.Com – sebanyak 13 kepala keluarga petani, yang bermukim dikecamatan Bintan Utara Tanjung Uban desa lancang kuning kabupaten Bintan.mengalami nasib terombang ambing minta Keadilan dari pemerintah pusat khususnya pemerintah kabupaten Bintan.
Pasalnya,lahan garapan yang luasnya lebih kurang 3 Hektar Lebih,untuk bercocok tanam sebagai penopang hidup bagi keluarganya, kini ke 13 petani tersebut terpaksa menganggur dan tidak berkerja lagi sebagai petani dan tidak bisa menafkahi anak dan keluarganya dirumah.akibat lahan garapan tersebut akan dialihkan Fungsi tempat pemakaman umum(TPU) oleh pemerintah kabupaten Bintan.
Padahal,sudah 9 tahun lamanya sejak dari tahun tahun 2014 hingga sampai saat ini, ke 13 petani tersebut bercocok tanam. Tapi dimasa kepemimpinan bupati Bintan Roby Kurniawan lahan garapan tersebut berlalih Fungsi.
Dana sagu hati sebesar Rp 5 juta yang akan diberikan dan dijanjikan kepada masing- masing kepala keluarga oleh Bupati Bintan Roby Kurniawan, sebagai pengganti agar para penggarap dapat berlalih dari lahan garapan tersebut.
Justru ke 13 petani tersebut menolak atas tawaran dari bupati Bintan Roby Kurniawan,karena dana tersebut tidak setimpal dengan ganti rugi tanaman dan juga rumah yang telah dibangun diatas lahan garapan tersebut.
Menurut Charles ,ia disini mewakili 12 suara dari petani .
Ia dan 12 penggarap lainnya ,tidak terima dan tidak setuju apa yang disampaikan oleh Bupati Bintan Roby Kurniawan, dilokasi tanah garapan semalam,Selasa(20/6/23)
Dimana Bupati Bintan Roby Kurniawan bersama Pak sekda Bintan Ronni Santika dan sejumlah OPD dan perangkat desa lurah serta camat Bintan Utara yang hadir dilokasi lahan garapan tersebut semalam mengatakan, akan berikan uang sagu hati Rp 55 juta(lima puluh lima juta rupiah) kepada 13 orang penggarap.
Penyampaian bupati semalam sangat mengganjal.kok bisa dengan saku beliau dan rekan- rekan, untuk membayarkan kepada masyarakat dengan per kepala dihitung Rp 5 juta per kepala”kata Charles.
Karena tertera pada SK ada pergantian Rugi,bukan pergantian Rugi lahan,tapi pergantian rugi di tanaman dan bangunan kami,Cetus Charles.
Kata Charles ,terkait soal ini, ia minta keadilan dan se adil adilnya.
Kami sebagai masyarakat , hanya minta tolong keadilan, inj bisa seadil adilnya lah.jangan sepihak aja.SK itu dikeluarkan ,ada pasal -pasalnya ,ada hitung-hitungan nya masing -masing,cetus Charles.
Inilah lahan sebagai menopang hidup kami dan anak anak kami , untuk mengisi perut kami yang sejengkal ini,apalagi telah dilanda Covid selama ini,, mencari kerjapun sulit .itulah kehidupan kami sehari hari.
Charles berharap kepada pemerintah daerah.ia dan rekan rekan petani lainnya meminta agar pemerintah itu adil kepada kami selaku penggarap , kamipun butuh TPU inj juga, tapi kami butuh keadilan untuk bangunan kami dan tanaman kami “harapnya.rabu(21/6/23).
![]()





