SINGKAWANG — Perumda Air Minum Gunung Poteng Kota Singkawang tengah menghadapi tantangan signifikan dalam pemenuhan layanan air bersih bagi masyarakat. Berdasarkan analisis teknis terbaru,Defisit Pasokan Air Singkawang ini terjadi karena kesenjangan (gap) pasokan sebesar 351,53 liter per detik antara kebutuhan riil masyarakat dan kapasitas produksi yang tersedia saat ini.
Direktur Perumda Air Minum Gunung Poteng, H. Suriandi, S.P., menjelaskan bahwa persoalan ini bersumber dari keterbatasan ketersediaan air baku, kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA), hingga kemampuan jaringan pipa distribusi yang memerlukan pembenahan menyeluruh.
Kesenjangan Kapasitas dan Kendala Teknis Wilayah
Dalam proyeksi pemenuhan layanan dengan target cakupan 60 persen bagi 252.069 jiwa penduduk, kebutuhan air bersih Kota Singkawang mencapai 606,83 liter per detik. Namun, kapasitas produksi riil saat ini baru berada di angka 255,30 liter per detik, dengan cakupan pelayanan aktif di kisaran 30,95 persen atau sebanyak 26,876 sambungan langganan.
Kendala distribusi ini dirasakan secara bervariasi di sejumlah kawasan:
Wilayah IPA 1: Mengalami defisit pasokan sekitar 75 liter per detik akibat keterbatasan air baku dan kapasitas pengolahan. Wilayah terdampak meliputi sebagian Singkawang Barat, Bukit Batu, dan Sungai Wie (Singkawang Tengah).
Wilayah IPA 2: Tercatat mengalami kekurangan pasokan sekitar 20 liter per detik.
Kawasan Sungai Garam (Singkawang Utara): Memerlukan penguatan infrastruktur dan perluasan jaringan.
IPA 3 Roban: Mengalami penurunan debit produksi dari semula 120 liter per detik menjadi 70–80 liter per detik akibat kerusakan impeller pada pompa transmisi.
Kawasan Semelagi: Memiliki potensi air baku sungai yang melimpah, namun belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan kapasitas pipa dan belum tersedianya tambahan IPA berkapasitas 37 liter per detik.
11 Program Prioritas dan Skema Pembiayaan
Guna mengatasi persoalan jangka menengah hingga panjang, Perumda telah menyusun 11 program prioritas dengan estimasi kebutuhan anggaran awal mencapai Rp609,9 miliar. Angka ini mencakup pembangunan dan peningkatan jaringan distribusi utama, penambahan kapasitas IPA, pembangunan intake, serta pengembangan fasilitas air baku.
Mengingat skala kebutuhan anggaran yang besar, manajemen mengupayakan berbagai jalur pendanaan secara paralel, yang meliputi:
Pengajuan program melalui Komisi V DPR RI.
Koordinasi intensif dengan Pemerintah Kota Singkawang dan DPRD.
Usulan penanganan jaringan distribusi secara bertahap melalui APBD pada 39 lokasi (panjang ±36,8 km senilai Rp32,85 miliar).
Penjajakan kerja sama strategis dengan investor guna membuka opsi pembiayaan alternatif di luar anggaran pemerintah dan perusahaan.
Pihak Perumda menegaskan bahwa estimasi Rp609,9 miliar saat ini masih bersifat indikatif dan akan melalui proses verifikasi lebih lanjut melalui penyusunan Detail Engineering Design (DED), Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta Harga Perkiraan Sendiri (HPS).
Komitmen Pelayanan dan Harapan ke Depan
Sebelumnya, hasil pemetaan dan analisis komprehensif ini telah disampaikan secara resmi kepada Komisi II DPRD Kota Singkawang dalam agenda audiensi pada Senin (19/10/2026). H. Suriandi berharap hasil audiensi tersebut dapat segera ditindaklanjuti secara konkret oleh lintas pemangku kepentingan.
“Harapan saya, apa yang sudah dianalisis dan disampaikan kepada DPRD Kota Singkawang dalam audiensi dengan Komisi II kemarin dapat segera menemukan solusi secepatnya, walaupun secara bertahap,” ujar Suriandi.
Di tengah proses pembenahan yang sedang berjalan, manajemen mengimbau kepada seluruh pelanggan dan masyarakat Kota Singkawang agar senantiasa bersabar serta memahami keterbatasan teknis yang ada saat ini. Perumda berkomitmen untuk terus mengoptimalkan perbaikan jangka pendek sekaligus mengawal realisasi program strategis demi pemerataan layanan air bersih di masa mendatang.
Sumber : Direktur Perumda Air Minum Gunung Poteng Kota Singkawang, H. Suriandi, S.P.
![]()





