BINTAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Tanjung Pinang kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pembinaan kemandirian kepada Warga Binaan Pemasyarakatan.
Lapas Narkotika Tanjungpinang panen sawi putih hasil kegiatan pertanian WBP di area depan Kantor Utama.
Sebanyak 50 Kg sawi putih segar berhasil dipanen. Hasil panen ini merupakan hasil kerja keras para WB yang mengikuti program pembinaan kemandirian bidang pertanian.
Kalapas Narkotika Kelas IIA Tanjung Pinang, Edi Mulyono, didampingi Ibu Ketua Dharma Wanita Lapas Narkotika, turut memanen sawi putih bersama para WBP.
“Kegiatan panen ini merupakan wujud nyata pembinaan kemandirian yang kita berikan kepada WB. Selain untuk bekal hidup setelah bebas nanti, kegiatan ini juga untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas,” ujar Kalapas.
Kalapas menjelaskan bahwa program pembinaan kemandirian bidang pertanian ini memanfaatkan lahan kosong di area depan Kantor Utama Lapas.
Lalu, dikatakan bahwa WBP dibimbing oleh Petugas kegiatan kerja untuk mengolah lahan, menanam, merawat, dan memanen hasil panen.
“Sawi putih hasil panen ini akan diolah dan dimasak di dapur Lapas untuk dikonsumsi oleh para WBP,” ungkap Kalapas.
Kalapas berharap program pembinaan kemandirian ini dapat memberikan bekal keterampilan dan pengetahuan kepada para WBP sehingga mereka dapat hidup mandiri setelah bebas nanti.
“Kami ingin para WBP memiliki keterampilan dan pengetahuan yang dapat mereka gunakan untuk hidup mandiri setelah bebas nanti. Program pembinaan kemandirian ini merupakan salah satu upaya kami untuk mewujudkan hal tersebut,” pungkas Kalapas.
Kegiatan panen sawi putih ini merupakan salah satu bukti nyata komitmen Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjung Pinang dalam memberikan pembinaan kemandirian kepada para WBP.
Dengan memberikan bekal keterampilan dan pengetahuan, diharapkan para WBP dapat hidup mandiri dan tidak kembali terjerumus ke dalam dunia kriminal setelah bebas nanti.
![]()





