Tanjungpinang – Karantina Pertanian Tanjungpinang menyelenggarakan pelatihan griyaan, identifikasi nematoda Radopholus similis, Aphelenchoides besseyi, dan Globodera rostochiensis. Senin (12/06/2023).
Pelatihan ini dalam rangka meningkatkan kompetensi bagi pejabat teknik Karantina Tumbuhan.
Hal ini diungkapkan Plh. Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang, Purwanto menyampaikan pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi seluruh pejabat karantina.
“Pelatihan ini bisa menambah ruang lingkup pemeriksaan Laboratorium Karantina Pertanian Tanjungpinang,” katanya.
Diketahui, pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari pada 7 hingg 8 Juni 2023. Pada hari pertama diisi dengan penyampaian materi, sedangkan di hari kedua dilanjutkan dengan praktek identifikasi.
Purwanto menambahkan para peserta agar dapat memahami gejala serangan nematoda pada tanaman sangat penting di lapangan. Terutama untuk tanaman yang akan dilalulintaskan, seperti bibit tanaman buah maupun bibit tanaman hias.
Sehingga petugas pengambil contoh (sampel) akan mengambil sampel tanaman bergejala, kemudian sampel tersebut dibawa ke laboratorium untuk dilakukan identifikasi.
Badan Karantina Pertanian sangat mendukung kegiatan ekspor komoditas pertanian, termasuk bibit tanaman hias. Namun, petani atau eksportir harus paham bahwa beberapa negara tujuan ekspor mempersyaratkan tanaman yang diekspor harus bebas dari Nematoda.
“Dengan kemampuan identifikasi yang tepat dan cepat, diharapkan dapat mendukung ekspor tanaman hias dari Tanjungpinang,” tutup Purwanto.
![]()





