Disebuah provinsi Kepulauan yang dikenal dengan wilayah pertambangan Dan Kota industri serta tempat-tempat wisatanya, terbentuklah sebuah Dinasti Yang didirikan oleh seorang Kaisar bernama Athar Athmar.
Athar Athmar adalah sosok Yang dikenal sebagai Kaisar atau pemimpin yang berwibawa Dan ramah tamah. Setiap bertemu dengan masyarakat, Athar selalu melemparkan senyuman , Setiap kali Athar berbicara, para pengikutnya selalu menundukan kepala.
Dalam kesehariannya sebagai Kaisar Yang selalu ramah terhadap masyarakatnya. Athar juga terbiasa mendapatkan berita baik tentang dirinya.
Namun dibalik itu, dalam jiwa Kaisar Athar tersimpan sikap angkuh Dan Pendemdam Yang di balut dengan keramah tamahan.
Sampailah suatu hari sang Kaisar bersiteru dengan seorang penulis di wilayahnya. Dimana seorang penulis bernama Saka, menulis sebuah kisah seorang Gadis dengan judul Yang sangat sederhana.“Pengakuan Mengejutkan Seorang Gadis ”.
Tulisan itu tidak berisi makian. Tidak pula tuduhan tanpa dasar. Penulis itu hanya menyusun fakta, Bait Demi Bait, sehingga menjadi sebuah berita.
Dalam hitungan jam, tulisan itu menyebar, hingga sampai ke telinga Sang Kaisar. Dan Kaisar pun merasa terusik.
Kaisar lalu bertanya kepada para pengikutnya.
“Siapa yang menulis ini?” tanya Athar.
“Seorang penulis bernama Saka dari Kota industri, Pak.” jawab pengikut.
“Perintahkan kepala informasi untuk bertemu dengan penulis itu” sebut Kaisar.
Kepala Informasi dari Dinasti Athar pun diutus untuk bertemu dengan Saka, hingga pertemuanpun terjadi antara kepala informasi dengan penulis.
Setelah pertemuan antara kepala informasi dengan Saka, kepala informasi dinasti langsung menghadap kepada Kaisar Athar.
“Ijin Yang Mulia, Hamba sudah bertemu dengan penulis Dan bernegosiasi, namun penulis tetap ingin Yang mulia langsung yang datang kepadanya” ungkap kepala informasi kepada Kaisar Athar.
Hari berikutnya, berita lain muncul. Bukan dari Raka, tetapi dari banyak media, Sehinggah Masyarakat mulai menghujat dinasti Kaisar Athar. Keadaan tersebut membuat Kaisar merasa sangat panik.
Dinasti yang selama bertahun-tahun dibangun dengan panggung, protokol, dan tepuk tangan perlahan kehilangan kekuatannya.
Bukan karena Saka memiliki kekuasaan.
Justru karena Saka tidak memilikinya.
Saka hanya memiliki pena, keberanian dan keyakinan bahwa kekuasaan Dinasti Kaisar Athar bisa Bergoyang dengan tulisan Yang dibuatnya.
Tidak ingin Dinasti Yang dibangunnya Runtuh Dan tercemar, Suatu Sore Kaisar Athar bersama pengikutnya bergegas menemui Saka untuk melakukan negosiasi, dengan datang nya Seorang Kaisar menghadap Dan memohon ke Saka seorang Masyatakat Biasa, menunjukan bahwa kekuatan Dan keangkuhan seorang Kaisar akan Roboh hanya dengan seuntai tulisan.
Penulis : Jaya
![]()





