BINTAN – MediaCyberNews.Com – Pelayanan yang di berikan oleh salah satu oknum pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bintan, kepada salah satu keluarga pasien yang hendak berobat sangat buruk dan tidak profesional serta tidak sesuai dengan slogannya Sehati(Senyum,Empati,Hati Nurani,Aktual,Teknologi,Ibadah). Hal tersebut terlihat dari salah satu oknum perawat berinisial D yang bersikap arogan dan dengan sengaja memukul salah satu keluarga pasien dengan map medis, sehingga terjadi keributan yang membuat pasien lain merasa tidak nyaman,(30/8/2022).
Dhea selaku Korban saat di konfirmasi mengatakan, Saya sebagai korban jelas kecewa atas pelayanan di RSUD Bintan dan merasa terhina harkat dan martabat saya karena dipukul oleh oknum perawat RSUD di ranah publik dan banyak yang melihat.
“Mereka sebagai pelayanan seharusnya melayani dengan etika yang baik, secapek apapun mereka tidak sepantasnya mereka berbicara dengan bahasa yang kurang sopan.
Apalagi sampe memukul keluarga pasien, apalagi ketika tadi setelah terjadi pemukulan kita berbicara “jangan main pukul sembarangan karena ini negara hukum”. Dan
oknum tersebut kemudian berbicara “ kalo mau ngmongin hukum, saya keluarga besar polisi”
Sepertinya bahasa tersebut tidak pantas dikeluarkan, emang jika oknum tersebut benar keluarga polisi dibenarkan untuk melakukan pemukulan dan bertindak semena-mena,” Tegas Dhea.
dr Royhan Siregar direktur RSUD Bintan saat di konfirmasi terkait pemukulan yang di lakukan oleh oknum perawat tersebut mengatakan, tadi saya mendengar informasi itu sangat mengejutkan memang,sangat – sangat prihatin saya, seharusnya dalam memberikan pelayanan apapun kondisi nya tidak boleh memberikan pelayanan tidak terpuji seperti itu.
” Tadi kami sudah rapat dengan beberapa anggota kami khusnya di bidang pelayanan,dan yang bersangkutan sudah kami panggil, saat ini kami sudah memutuskan bersama-sama tadi, bahwa yang yang bersangkutan akan di tarik dari pelayanan, tidak kami berikan tugas di pelayanan dulu dan kita akan beikan pembinaan” Pungkas nya
dr Royhan Juga menyampaikan, sebagai direktur di rumah sakit ini saya mohon maaf kepada masyarakat khusus nya kepada keluarga dari pasien yang mengalami insiden ini.
” saya berharap tidak terjadi lagi hal-hal seperti ini, sanksi yang kita berikan saat ini, beliau ini kan perawat,jadi kita tarik pungsinya sebagai perawat, kita letak kan di bagian menejemen untuk di lakukan pembinaan dan nanti akan berlanjut ke peringatan, saya sangat kecewa, dan jujur saja saya masih baru disini” Sebut dr Royhan.
Salah satu pasien yang nama nya tidak mau disebut kan saat di wawancarai oleh awak media cybernews.com menyampaikan, ” Pelayananan di RSUD Bintan ini memang kurang baik, harapan kami sebagai masyarakat, Pihak rumah sakit harus membenahi pelayanan nya, agar masyarakat yang ingin berobat kesini merasa nyaman, dan pihak rumah sakit harus mengambil tindakan tegas kepada oknum- oknum pegawai rumah sakit yang menjalankan tugasnya tidak menggunakan etika dalam melayani pasien” Ucap nya(TIM).
![]()





