Daerah  

Presiden Mahasiswa UMRAH Minta Gubernur Evaluasi Kadis DKP Kepri

alfian Presiden Mahasiswa Umrah(Tengah)

KEPRI – MediaCyberNews.Com – Di tengah perjuangan gubernur kepri terkait dengan penambahan kuota BBM Subsidi untuk nelayan agar peruntukannya tepat sasaran dan dapat membantu kondisi ekonomi nelayan kecil kepri yang sulit, rupanya tidak di indahkan oleh DKP Kepri,(24/12).

Presiden Mahasiswa Umrah Alfian mengatakan bahwa, berdasarkan hasil observasi & keluhan nelayan kecil di tanjungpinang yang dihimpun, Banyak dari mereka yang tidak kebagian BBM Subsidi.

“Ada yang dapat tapi hanya sedikit, tidak sesuai dengan kebutuhan kapal2 mereka. Hal ini dikarenakan DKP kepri lebih memprioritaskan rekomendasi BBM ke kapal-kapal nelayan besar milik toke-toke / pengusaha besar yg ada di tanjungpinang” Ungkap Alfian.

Alfian juga mengatakan, Berdasarkan informasi yang di peroleh, Diduga daerah pelantar 1 gudang ikan asia’ ada sekitar 11 Kapal Cumi Berukuran Besar yang tiap bulannya mendapatkan Rekomendasi BBM dari DKP Kepri sebesar 15 Ton/kapal/bulan.

Di daerah kampung bugis di duga di gudang ikan apit terdapat 5 kapal ikan lingkong berukuran besar yang juga mendapatkan rekomendasi BBM Subsidi dri DKP Kepri sebesar 15 Ton/kapal/bulan, artinya utk 16 kapal Cumi & lingkong ini saja menghabiskan 240 Ton/bulan, Hal inilah yg membuat nelayan-nelayan kecil yang ada di ibukota provinsi kepri ini tidak kebagian BBM, sering kali habis untuk toke2 & pengusaha2 besar, sehingga nelayan2 kecil kita semakin hari semakin susah. Yang kaya makin kaya, yang miskin tetap miskin” Tegasnya.

Masih Lanjutnya, “Oleh karena itu kami meminta gubernur kepri segera mengevaluasi Kadis DKP Kepri dan jajarannya supaya nelayan kecil di ibukota ini mendapat perhatian serius dr pemerintah, jangan hanya toke-toke besar yang mendapat karpet merah,”Kata Alfian.

Alfian selaku presiden mahasiswa Umrah, mendesak kepada Gubernur Kepri, PSDKP Batam, & KSOP Tanjungpinang serta instansi terkait lainnya untuk mengusut dugaan manipulasi Dokumen yang dilakukan oleh pengusaha-pengusaha ikan nakal saat ini, Karna berdasarkan informasi yang diterima
Di duga 11 kapal cumi di plantar 1 gudang asia’ adalah kapal asal tanjungbalai karimun yang dokumennya di alihkan ke atas nama oknum pengusaha ikan di tanjungpinang, tujuannya agar bisa mengisi BBM di tanjungpinang padahal hasil tangkapannya tak pernah di bongkar di tanjungpinang, mereka tetap membongkar hasil tangkapan di tanjungbalai karimun sehingga dari praktik ini berpotensi sangat merugikan daerah & nelayan lain.

Kemudian untuk gudang apit kawasan kampung bugis di duga juga melakukan manipulasi dokumen kapal modusnya adalah dengan mengurangi ukuran kapal menjadi ukuran 30 GT
Tujuannya agar memenuhi syarat mendapatkan BBM Subsidi, padahal dari kasat mata kapal-kapal ikan lingkong ini berukuran lebih dari 30GT
untuk itu kami meminta instansi terkait & KSOP Tanjungpinang mengusut serta melakukan pengukuran ulang kapal-kapal tersebut sesuai dengan aturan yg berlaku & dibuka ke publik, dan apabila aspirasi ini tidak di indahkan maka kami akan melakukan melaporkan persoalan ini ke kementrian kkp” Ucap Alfian.(TIM)

Loading

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *