SINGKAWANG — Wakil Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Dr. A. Namsi, Ph.D., menyampaikan keprihatinan mendalam terkait lonjakan cuaca panas yang memicu kebakaran hutan gambut di sejumlah daerah di Kalimantan. Fenomena ini telah mengakibatkan kabut asap pekat serta penurunan kualitas udara yang signifikan.
Merespons maraknya seruan doa dari masyarakat untuk keselamatan wilayah Kalimantan, Dr. A. Namsi, Ph.D menekankan pentingnya tindakan nyata dari berbagai pihak guna mengatasi krisis lingkungan yang berulang ini.
“Hutan gambut yang semestinya menjadikan Kalimantan sebagai paru-paru dunia, justru menghasilkan udara yang merusak lingkungan saat ini,” tegas Dr. A. Namsi, Ph.D melalui keterangan resminya.
Guna menangani dampak kebakaran yang kian meluas, MADN menyampaikan dua poin pimpinan dan rekomendasi strategis:
-
Penanganan Terukur: Menyerukan kepada Komunitas Internasional dan Pemerintah Indonesia untuk segera mengambil langkah-langkah konkret, terukur, dan efektif dalam memadamkan kebakaran hutan serta mencegah penyebarannya.
-
Perlindungan Kesehatan Anak: Mendorong Pemerintah Indonesia untuk mempertimbangkan secara serius kebijakan meliburkan siswa sekolah di wilayah terdampak. Langkah ini dinilai krusial untuk melindungi generasi muda dari paparan udara beracun yang mengancam kesehatan jangka panjang.
MADN berharap adanya sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga internasional agar penanganan karhutla di Kalimantan dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
HENDRA SAHAT S.Kom
![]()
About Author
Media Cyber News.Com
Media cyber news.com Adalah Media online yang menyajikan berita dan informasi,secara Fakta,Aktual dan Berimbang. Media cyber News.Com juga menerima pesanan untuk pemasangan iklan,galeri,pemberitaan dan adventorial.





