SINGKAWANG – Wali Kota Singkawang secara resmi membuka festival budaya tahunan “Singkawang Grebeg Suro 2026” di Halaman Parkir Kridasana, Sabtu (20/6/2026) malam. Pembukaan agenda tahunan masyarakat Jawa ini dimeriahkan oleh Kirab Budaya Gunungan serta pertunjukan tari kolosal, dan dijadwalkan berlangsung hingga 27 Juni 2026.
Rangkaian acara diawali dengan prosesi arak-arakan dua gunungan hasil bumi dari Rumah Dinas Wali Kota menuju panggung utama. Prosesi ini menjadi simbolisasi rasa syukur atas melimpahnya hasil bumi dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Singkawang menyampaikan bahwa Grebeg Suro bukan sekadar rutinitas tahunan dalam menyambut Tahun Baru Jawa. Lebih dari itu, momentum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat nilai-nilai gotong royong, toleransi, dan kebersamaan antarelemen masyarakat. Ia juga mengapresiasi kreativitas generasi muda Jawa yang berhasil mengemas panggung serta pertunjukan tari kolosal secara megah dengan sentuhan modern.
“Budaya Jawa telah dikenal luas di kancah mancanegara. Kami berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi pelaku budaya lain untuk terus berinovasi dan mengenalkan keunikan tradisi mereka ke tingkat global,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Paguyuban Jawa Kota Singkawang (PJKS), Sutopo, menjelaskan bahwa esensi Grebeg Suro merupakan harmonisasi antara nilai-nilai ajaran Islam dan tradisi Jawa dalam menyambut bulan Muharram. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memanfaatkan momentum ini sebagai sarana mempererat tali silaturahmi sekaligus bergotong royong dalam mendukung pembangunan Kota Singkawang.
Malam pembukaan ditutup dengan atraksi budaya khas Jawa dan prosesi kirab gunungan yang disambut antusias oleh ribuan warga yang memadati lokasi. Berbagai agenda pertunjukan seni dan pameran budaya siap disuguhkan kepada masyarakat selama sepekan ke depan.
HENDRA SAHAT
![]()





