Daerah  

Dekranasda Fun Digelar di Tepi Laut Tanjungpinang, Wali Kota Lis Darmansyah Dorong UMKM dan Ekonomi Kreatif

TANJUNGPINANG – Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah membuka kegiatan Dekranasda Fun yang digelar di Laman Gedung Gonggong, kawasan Tepi Laut Tanjungpinang, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Dekranasda Fun & Run 2026. Dalam Dekranasda Fun, berbagai perlombaan kreativitas digelar, mulai dari lomba mewarnai hingga melukis yang diikuti peserta dari tingkat TK hingga SMP dan SMA.

Dalam sambutannya, Lis Darmansyah mengatakan Dekranasda memiliki peran strategis dalam membina, mengembangkan, sekaligus mempromosikan karya para pengrajin dan pelaku usaha kreatif di daerah.

“Dekranasda hadir untuk memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, agar mampu tumbuh, berkembang, dan memiliki daya saing,” ujar Lis.

Menurutnya, kekuatan ekonomi daerah tidak hanya dibangun melalui sektor usaha berskala besar, tetapi juga melalui ribuan usaha kecil dan kreatif yang berkembang dari masyarakat.

“Kita menyadari bahwa kekuatan ekonomi daerah tidak hanya dibangun melalui sektor besar, tetapi juga melalui ribuan usaha kecil dan kreatif yang tumbuh dari rumah-rumah masyarakat,” katanya.

Lis menambahkan, melalui kegiatan Dekranasda Fun & Run 5K dan 10K 2026, pemerintah ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya memberikan hiburan dan mendorong masyarakat berolahraga, tetapi juga menjadi ruang promosi, apresiasi dan kolaborasi.

“Melalui kegiatan Dekranasda Fun & Run 5K & 10K 2026 ini, kita ingin menghadirkan sebuah kegiatan yang tidak hanya bernilai hiburan dan olahraga, tetapi juga menjadi ruang promosi, ruang apresiasi, dan ruang kolaborasi bagi seluruh masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Tanjungpinang, Hj Yuniarni Pustoko Weni, mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi kerajinan lokal kepada masyarakat luas.

Ia menyoroti pemanfaatan cangkang gonggong sebagai salah satu inovasi produk kerajinan daerah. Menurutnya, gonggong tidak hanya menjadi kekayaan maritim khas Kepulauan Riau, tetapi juga dapat diolah menjadi produk bernilai seni melalui kreativitas para perajin.

“Ini merupakan sebuah inovasi yang memiliki makna mendalam. Gonggong bukan hanya kekayaan maritim khas Kepulauan Riau, tetapi melalui sentuhan kreativitas para perajin, limbah cangkang tersebut dapat diubah menjadi karya bernilai seni dan menjadi simbol kebanggaan daerah,” ujar Weni.

Ia berharap inovasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi para pelaku usaha dan perajin lokal agar produk kerajinan daerah semakin dikenal, memiliki nilai ekonomi, serta mampu membawa identitas budaya Kota Tanjungpinang ke tingkat yang lebih luas.

“Semoga langkah kecil ini menjadi inspirasi bahwa produk kerajinan lokal kita mampu hadir dalam berbagai kegiatan besar, memiliki nilai ekonomi, serta membawa identitas budaya Kota Tanjungpinang ke tingkat yang lebih luas,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Weni juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, keberhasilan Dekranasda Fun & Run tidak terlepas dari semangat kolaborasi dan kebersamaan.

Selain perlombaan kreativitas, kegiatan juga diramaikan dengan bazar UMKM yang menampilkan berbagai produk unggulan daerah, mulai dari produk kriya, wastra, hingga kuliner khas Kota Tanjungpinang.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan pada Minggu (9/8/2026) melalui Dekranasda Run 5K & 10K. Kegiatan lari tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat dengan jumlah peserta mencapai 1.225 orang.

Dekranasda Fun & Run 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan dan olahraga masyarakat, tetapi juga mampu memperkuat promosi produk lokal sekaligus membuka ruang kolaborasi bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di Kota Tanjungpinang.

Loading

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *