BINTAN – Program bertajuk “Investasi Hijau: Kolaborasi Restorasi, Ketahanan Petani” sukses digelar di Desa Toapaya Utara, Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan, pada Kamis (19/6/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STISIPOL Raja Haji yang digagas oleh tim WARU.
Kegiatan tersebut dengan melibatkan sejumlah mitra, di antaranya SMKN 1 Gunung Kijang, Yayasan Ecology Kepulauan Riau (YEKR), dan Pemerintah Desa Toapaya Utara.
The Residence Bintan turut memberikan dukungan penuh sebagai sponsor utama kegiatan, sebagai wujud komitmen mereka terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di kawasan pesisir Bintan.
Camat Toapaya membuka kegiatan menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak dalam mewujudkan inisiatif hijau di tingkat desa.
“Kegiatan ini menjadi wujud semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Kami berharap upaya seperti ini dapat terus berlanjut dan benar-benar diterapkan oleh masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan pelatihan diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari petani, pemuda desa, pelajar, dan mahasiswa.
Materi pertama disampaikan oleh Rahima Zakia, S.Pi., M.Ling dari YEKR, yang memaparkan pentingnya restorasi ekologi.
“Restorasi bukan hanya soal menanam pohon, tapi memulihkan hubungan manusia dan alam secara menyeluruh,” jelasnya.
Sesi berikutnya dibawakan oleh Ketua Tim WARU sekaligus Project Manager, Suherry, yang memperkenalkan konsep dasar agroforestri kepada para peserta.
Ia juga mengajak mereka mendesain sistem tanam berkelanjutan, yang kemudian langsung dipraktikkan di lapangan dalam bentuk penanaman dan penyusunan desain agroforestri secara kolaboratif.
Kegiatan ini turut dihadiri tokoh masyarakat, akademisi, perwakilan pemerintah kecamatan, serta komunitas peduli lingkungan.
Salah satu peserta, Edi Subagio, menyampaikan kesan positifnya terhadap kegiatan tersebut.
“Agroforestri adalah jembatan antara pertanian dan konservasi. Dan di desa inilah kami mulai,” ujarnya.
Program ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat menjadi jalan menuju ketahanan petani dan keberlanjutan lingkungan dari tingkat lokal.
![]()





