TANJUNGPINANG – Kenaikan harga avtur di pasar dunia berdampak pada peningkatan harga tiket pesawat, termasuk pada rute penerbangan dari dan menuju Tanjungpinang.
General Manager PT Angkasa Pura Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, Mohamad Setiadi Dermawan Wakan, mengatakan secara nasional terjadi kenaikan harga tiket pesawat yang dipicu oleh meningkatnya harga avtur.
Menurutnya, lonjakan harga avtur dunia saat ini cukup signifikan dan berpengaruh terhadap biaya operasional maskapai.
“Harga avtur dunia mengalami kenaikan sekitar 70 hingga 90 persen. Namun jika dilihat dari komponen struktur biaya tiket pesawat, pengaruhnya sekitar 40 persen,” ujar Setiadi saat ditemui di ruang VIP Bandara RHF Tanjungpinang, Rabu (8/4/2026).
Ia menjelaskan, saat ini terdapat dua maskapai yang melayani penerbangan rute Jakarta–Tanjungpinang, yaitu Batik Air dan Citilink. Kedua maskapai tersebut telah melakukan penyesuaian harga tiket sebagai dampak dari kenaikan biaya operasional.
Berdasarkan hasil pengecekan terbaru, tiket Citilink mengalami kenaikan sekitar Rp350 ribu hingga Rp380 ribu per tiket. Sementara itu, tiket Batik Air naik sekitar Rp400 ribu.
“Kenaikan ini sudah terjadi sejak awal April. Pemerintah sebenarnya telah mencoba meredam melalui beberapa kebijakan, namun karena harga avtur terus meningkat, maka harga tiket pesawat tetap harus disesuaikan,” jelasnya.
Meski demikian, pihak Bandara RHF berharap kenaikan harga tiket pesawat tersebut tidak terlalu memengaruhi minat masyarakat untuk melakukan perjalanan udara dari Tanjungpinang.
Selain itu, dampak kenaikan avtur juga dirasakan pada sektor kargo. Berdasarkan laporan dari pihak kargo, terjadi penurunan volume pengiriman yang cukup signifikan.
“Biasanya volume kargo mencapai sekitar 30 ton, namun sekarang turun drastis bahkan hingga lebih dari separuhnya,” pungkasnya.
![]()





