SINGKAWANG – Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tahun 2026 tingkat Kota Singkawang resmi bergulir. Ajang yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Singkawang ini dibuka secara resmi di GOR Bantilan pada Rabu (10/6/2026), dan diproyeksikan sebagai instrumen penting dalam memperkuat pembinaan karakter serta pengembangan potensi olahraga pelajar.
Kompetisi yang berlangsung selama tiga hari hingga Jumat (12/6/2026) ini diikuti oleh siswa-siswi terbaik jenjang SD/MI dan SMP/MTs dari berbagai sekolah di Kota Singkawang. Tercatat, sebanyak 69 peserta berkompetisi di jenjang SMP/MTs, sementara untuk jenjang SD/MI diikuti oleh 54 peserta.
Sarana Membentuk Generasi Tangguh dan Sportif
Wakil Wali Kota Singkawang, Muhammadin, yang hadir membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa O2SN tidak sekadar menjadi ajang kompetisi fisik. Lebih dari itu, ajang ini merupakan wadah strategis untuk membentuk karakter generasi muda yang sehat, tangguh, disiplin, dan menjunjung tinggi sportivitas.
“O2SN merupakan sarana yang sangat baik untuk menggali dan mengembangkan potensi olahraga siswa. Melalui kegiatan ini, kita berharap dapat melahirkan atlet-atlet muda yang tidak hanya berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga mampu bersaing hingga tingkat nasional,” ujar Muhammadin.
Ia juga berharap pembinaan olahraga di lingkungan pendidikan terus dilakukan secara berkesinambungan agar bakat yang dimiliki siswa dapat berkembang secara optimal demi membawa nama baik daerah di masa depan.
Fokus pada Empat Pilar Pendidikan
Senada dengan Wakil Wali Kota, Kepala Disdikbud Kota Singkawang, Asmadi, menjelaskan bahwa pendidikan yang berkualitas harus mampu mengembangkan seluruh aspek potensi peserta didik secara seimbang, mulai dari intelektual, emosional, sosial, hingga fisik.
Asmadi menjabarkan bahwa proses pendidikan yang ideal melibatkan empat pilar utama dalam diri siswa, yaitu olah pikir, olah rasa, olah hati, dan olah raga.
“Ketika belajar di kelas siswa kita latih untuk olah pikir, di pentas seni dan budaya kita latih untuk olah rasa, ketika mereka berinteraksi secara baik dengan sesama maka itu adalah olah hati, dan olahraga menjadi bagian penting dalam membentuk olah raga siswa. Itulah tujuan utama pendidikan,” jelas Asmadi.
Ia juga menekankan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi batu sandungan dalam melejitkan potensi anak didik. Menurutnya, siswa harus dipandang sebagai aset berharga bangsa yang wajib mendapatkan prioritas pengembangan bakat.
Ia menambahkan, keterbatasan tersebut dapat diatasi melalui kerja sama yang solid dengan berbagai pihak serta pengelolaan kegiatan yang transparan.
“Melalui inovasi, sinergi dinas, dan kolaborasi aktif dengan PGRI, IGGI, serta partisipasi logis orang tua, kita harus memastikan potensi anak-anak Singkawang tetap tersalurkan secara dinamis dan akuntabel,” pungkasnya
Tiga Cabor, Cari Satu Perwakilan Terbaik
Pada gelaran O2SN tahun ini, terdapat tiga cabang olahraga (cabor) utama yang dipertandingkan dan tersebar di beberapa lokasi:
-
Badminton (Bulutangkis): Dipusatkan di GOR Bantilan.
-
Renang: Dilaksanakan di Kolam Renang Yonif 641/Beruang Hitam.
-
Pencak Silat: Digelar di Aula Kantor Camat Singkawang Selatan.

Dari masing-masing cabor tersebut, nantinya akan dipilih satu peserta terbaik yang memegang tiket emas untuk mewakili Kota Singkawang pada ajang O2SN tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026. Melalui kompetisi yang berjenjang ini, Disdikbud Singkawang optimistis akan lahir generasi muda yang unggul secara prestasi dan tangguh dalam karakter.
HENDRA SAHAT , S.Kom.
![]()
About Author
Media Cyber News.Com
Media cyber news.com Adalah Media online yang menyajikan berita dan informasi,secara Fakta,Aktual dan Berimbang. Media cyber News.Com juga menerima pesanan untuk pemasangan iklan,galeri,pemberitaan dan adventorial.






