TANJUNGPINANG – MediaCyberNews.Com – Persoalan Makelar kasus dan terima Suap Oknum Pegawai Rutan Tanjungpinang sudah tidak bisa tertutupi lagi,karena sudah menjadi soratan dan perbincangan hangat dikalangan masyarakat Tanjungpinang serta membuka babak baru,(6/2)
Diketahui oknum pegawai Rutan Tanjungpinang berinisial O tersebut,sudah beberapa kali melakoni menjadi Markus serta menerima uang suap hingga 520 juta rupiah,untuk membantu meringankan hukuman warga binaan (WBP) Rutan Tanjungpinang di tingkat banding dan kasasi.
Saat menjalankan aksinya sebagai Markus, Oknum pegawai Rutan tanjungpinang tersebut diketahui belum memiliki jabatan yang cukup tinggi di Rutan Tanjungpinang, hanya saja O diposisikan di tempat yang terbilang enak,atau yang sering disebut dengan lahan basah atau posisi empuk di bagian Register.
Dengan adanya persoalan Markus dan terima suap, hingga saat ini O belum juga tampak masuk bekerja di Rutan Tanjungpinang, hingga membuat pihak Rutan melayangkan surat panggilan sebanyak 2 kali, namun tidak membuat O gentar,untuk tetap tidak masuk kerja.
Dari persoalan Makelar kasus dan terima Suap yang dilakukan oleh O, semboyan atau tagar yang sering digunakan oleh Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Tanjungpinang dalam upaya peningkatan kinerja dan pelayanan # BERJIWAMULIA,#KAMI WBK (WilayahbebasdariKorupsi),dan# TANPAPUNGLI TANPA KORUPSI# terkesan hanya sebuah pepesan kosong.
Namun Yang menarik perhatian, uang Yang di terima oleh O, bukan hanya untuk dirinya pribadi,melainkan ada Yang di alirkan ke pihak luar.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh kepala Rutan Tanjungpinang Alanta Imanuel Ketaren,saat di konfirmsi di ruangan KPR Rutan Tanjungpinang.
” Dari rapat internal kemarin, Yang bersangkutan mengatakan,uang tersebut ada mengalir ke pihak luar, Dan saya pastikan uang itu tidak ada mengalir di ruang lingkup Rutan” Sebut Alanta.
Dari pernyataan Alanta tersebut, semangkin menguak bahwa,ada pihak lain Yang diduga bekerjasama dengan O dalam menjalankan praktek makelar kasus Dan suap di Rutan Tanjungpinang. Hal ini tentu harus menjadi perhatian serius Dan perlu melakukan evaluasi, agar Rutan Tanjungpinang bersih dari Markus Dan Korupsi.(TIM)
![]()





