Daerah  

Stok Obat-Obatan Tidak Mencukupi, dr.Bambang : Tidak Ada Perhatian Dari Pemerintah

BINTAN – Pelayanan di RSUD Bintan tidak maksimal, karena RSUD Bintan tidak dapat memenuhi obat-obat untuk pasien, dimana stok obat-obatan di RSUD Bintan tidak mencukupi,(24/5).

Kekurangan stok obat-obatan di RSUD Bintan di karena kan,tidak cukupnya anggaran dari Badan Layanan Umum Daerah (BULD), serta kurang nya perhatian dari pemerintah yakni BUPATI Bintan yang hanya memberikan anggaran sebesar Rp 800.000.000,pada tahun 2023, untuk belanja stok obat – obatan selama setahun di RSUD Bintan.

Padahal Roby selaku Bupati Bintan pernah menyatakan dengan tegas bahwa kesehatan adalah hak dasar setiap manusia, dan pelayanan kesehatan merupakan tanggung jawab pemerintah, dan Pemerintah bertanggung jawab terhadap segala bentuk pelayanan kesehatan,ungkapan Roby.

Tetapi apa yang di nyatakan Roby tersebut berbanding terbalik dengan keadaan,karena sampai saat ini pelayan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bintan belum maksimal.

Sementara Direktur RUSD Bintan dr.Bambang membenarkan bahwa stok obat-obatan di RSUD Bintan tudak mencukupi sehingga masyarakat yang ingin mengambil obat di RSUD Bintan tidak dapat terpenuhi dan harus membeli dari Luar.

” Obat itu kita masih menopang BPJS, BPJS itu ada dua program,pertama program penyakit kronis,kedua program rujuk balik,nah inilahnyang tidak jalan di kijang ini,program kronis itu program yang setiap bulan datang ke rumah sakit” Ungkapnya.

Sementara saat di tanya perhatian dari pemerintah terhadap pengadaan obat-obatan di RSUD Bintan,dr.Bambang mengatakan tidak adanya perhatian dari pemerintah Kabupaten Bintan.

” Empat puluh dua persen dari BLUD untuk pengadaan obat-obatan selama setahun,itu sekitar 8 milyar,tidak mencukupi, sementara kita belanja untuk obat-obatan itu sampai 11 milyar” Ucap dr.Bambang.

Loading

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *