Udara Singkawang Membaik, Siswa Kembali Belajar di Sekolah

SINGKAWANG – Pemerintah Kota Singkawang resmi memutuskan untuk kembali menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bagi seluruh jenjang pendidikan mulai Rabu (16/9/2026). Kebijakan ini diambil setelah kualitas udara di wilayah tersebut membaik dari status bahaya kabut asap menjadi kategori sedang.

Keputusan tersebut disepakati dalam rapat koordinasi lintas sektor yang melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Kesehatan dan KB, Kementerian Agama, PGRI, IGI, Dewan Pendidikan, serta jajaran pengawas sekolah.

Kepala Disdikbud Kota Singkawang, Asmadi, menjelaskan bahwa kembalinya aktivitas belajar di sekolah merujuk pada pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) terbaru dari DLH Singkawang.

“Pembelajaran tatap muka di sekolah dilaksanakan berdasarkan hasil pemeriksaan DLH Singkawang bahwa angka ISPU hari ini berada di angka 71, yang masuk dalam kategori sedang,” ujar Asmadi, Selasa (15/9/2026).

Ia menambahkan, pelaksanaan PTM penuh ini juga mengacu pada Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 20 Tahun 2026. Dalam edaran tersebut, PTM dapat berjalan penuh pada kategori ISPU sedang, dengan syarat seluruh kegiatan di luar ruangan—seperti olahraga dan ekstrakurikuler—dialihkan ke dalam kelas. Selain itu, seluruh peserta didik dan tenaga pengajar diimbau ketat menerapkan protokol kesehatan, termasuk menggunakan masker serta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Meski PTM kembali dibuka, Asmadi menekankan bahwa kebijakan ini masih bersifat tentatif dan akan terus dievaluasi mengikuti perkembangan kualitas udara harian.

“Apabila kualitas udara sewaktu-waktu memburuk akibat kabut asap yang kembali pekat, kebijakan pembelajaran dapat langsung disesuaikan dan kembali ke sistem daring (online). Keselamatan serta kesehatan siswa tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Singkawang, Emy Hastuti, mengungkapkan bahwa penurunan angka ISPU dipicu oleh hujan deras yang mengguyur merata di lima kecamatan pada Senin (14/9/2026) sore.

Emy memaparkan, sejak pemantauan intensif dilakukan mulai 13 Agustus lalu, tingkat pencemaran udara di Singkawang cenderung fluktuatif. Angka 71 yang dicapai saat ini merupakan penurunan signifikan pertama setelah sebelumnya terus berada di tingkat yang tidak sehat.

“Namun kondisi ini belum bisa dikatakan sepenuhnya normal. Potensi kiriman asap dari kabupaten dan kota sekitar masih berpeluang terjadi. Oleh karena itu, DLH akan terus melakukan pengukuran ISPU setiap hari untuk memastikan kondisi benar-benar aman,” tutur Emy.

Dengan diterapkannya kebijakan dinamis ini, Pemkot Singkawang berupaya menjaga keseimbangan antara keberlangsungan mutu pendidikan dan perlindungan kesehatan bagi seluruh peserta didik. Para pihak sekolah dan orang tua diimbau untuk tetap waspada serta aktif memantau arahan resmi dari pemerintah daerah.

Loading

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *