TANJUNGPINANG – Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di kawasan pesisir Kota Tanjungpinang diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir pesisir (rob) yang diperkirakan terjadi pada 11 hingga 23 Juni 2026.
Peringatan dini tersebut disampaikan BMKG berdasarkan informasi dari Direktorat Meteorologi Maritim BMKG dan Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam.
Potensi banjir rob dipengaruhi oleh fenomena Super New Moon, yakni kondisi saat bulan berada pada fase bulan baru dan berada pada jarak terdekat dengan bumi (perigee), yang diperkirakan terjadi pada 15 Juni 2026.
Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Rizqi Nur Fitriani, menjelaskan fenomena tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian pasang maksimum air laut di sejumlah wilayah pesisir Kepulauan Riau, termasuk Kota Tanjungpinang.
“Berdasarkan hasil pemantauan water level dan prediksi pasang surut, wilayah pesisir Tanjungpinang berpotensi mengalami banjir rob pada periode 11 hingga 23 Juni 2026,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).
Adapun kawasan yang perlu mewaspadai dampak pasang laut tersebut meliputi pesisir Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang Barat, Bukit Bestari, serta wilayah pesisir lainnya di sekitarnya.
BMKG memperkirakan ketinggian muka air laut secara umum dapat mencapai antara 0,1 hingga 2,2 meter. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, terutama yang berada di kawasan pelabuhan dan permukiman pesisir.
Selain faktor pasang laut, kondisi cuaca dalam beberapa hari ke depan juga diprakirakan dipengaruhi adanya daerah pertemuan angin (konvergensi) dan belokan angin (shearline) di sekitar Pulau Bintan. Fenomena ini dapat memicu pertumbuhan awan hujan yang berpotensi meningkatkan curah hujan di wilayah Tanjungpinang dan sekitarnya.
Menurut Rizqi, perubahan cuaca yang terjadi di wilayah perairan sekitar Tanjungpinang juga dapat memengaruhi ketinggian gelombang dan muka air laut sewaktu-waktu.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG melalui aplikasi InfoBMKG, situs resmi BMKG, maupun kanal media sosial BMKG Tanjungpinang.
BMKG berharap masyarakat dapat mengambil langkah antisipasi sejak dini guna meminimalkan dampak yang ditimbulkan, terutama terhadap aktivitas pelabuhan, perikanan, serta kawasan permukiman yang berada di sepanjang pesisir Kota Tanjungpinang.
![]()





