Daerah  

Daging Beku Milik TM Diduga Tidak Memiliki Izin

BINTAN –MediaCyberNews.Com- Perederan daging beku dari Batam di Bintan, diduga tidak memiliki ijin sebagaimana mestinya,(17/8).

Diketahui daging tersebut milik Salah satu pengusaha di Kijang Kota berinisial TM. TM juga pemilik Salah satu pelabuhan Rakyat di Sei enam darat, Kecamatan Bintan Timur Kabupaten Bintan.

Penanggungjawab Satuan Pelayanan Karantina Kijang, Aenal, menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti informasi yang beredar mengenai dugaan peredaran daging sapi beku tanpa izin yang masuk ke wilayah Bintan Timur.

“Kita bersama tim akan menelusuri informasi tersebut,” sebut Aenal.

Aenal menjelaskan, Karantina melaksanakan kegiatan utama pelayanan dan pengawasan di pelabuhan-pelabuhan yang telah ditetapkan oleh badan karantina, untuk wilayah Bintan yaitu Pelabuhan Sei Kolak Kijang, Tanjung Uban, lagoi dan lobam.

Namun, untuk Pelabuhan Sei Enam yang disebut menjadi jalur masuk daging sapi beku sebagaimana informasi yang beredar, menurutnya belum termasuk dalam pelabuhan yang ditetapkan oleh peraturan badan karantina.

“Untuk pelabuhan Sei Enam saat ini belum termasuk dalam pelabuhan yang ditetapkan oleh peraturan badan karantina, jadi kami menghimbau kepada pelaku usaha untuk melaporkan kepada pihak karantina untuk pemasukan komoditi tersebut, harus disertai sertifikat dari daerah asal dan melalui pelabuhan yang telah ditetapkan” jelasnya.

Lebih lanjut Aenal menyebutkan, apabila daging sapi beku tersebut sudah berada di dalam gudang penyimpanan, maka pihak Karantina tidak memiliki kewenangan langsung untuk melakukan penindakan.

“Kalau sudah di gudang, mungkin perlu dilakukan kegiatan pemeriksaan bersama-sama dengan pihak dinas terkait atau kepolisian,” pungkasnya.

Menanggapi persoalan informasi yang beredar, Kapolsek Bintan Timur, AKP Aang Setiawan menegaskan
telah memerintahkan Kanit Reskrim untuk dilakukan Lidik.

“Sudah saya perintahkan kanit reskrim untuk lidik”, tegas AKP Aang Setiawan. (TIM)

Loading

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *