LABUHANBATU MediaCyberNews.com—Menanggapi Adanya pemberitaan yang menyebut adanya dugaan pungutan liar (pungli) di SDN 5 Rantau Utara, Kepala Sekolah Sumarni.,Spd akhirnya angkat bicara.
Ia dengan tegas membantah Dengan Klarifikasi adanya Dugaan pungli di sekolahnya yang mencuat dalam pemberitaan. Saat ditemui Wartawan di ruang kerjanya Kamis (30/5/2026) siang.
“Kami merasa perlu memberikan klarifikasi karena Tuduhan tersebut sangat mencoreng nama baik sekolah dan pribadi saya sebagai kepala sekolah. Tuduhan itu tidak memiliki,”Tegas Kepsek
Sumarni merinci bahwa sejumlah poin yang di isukan oleh Pihak sekolah SDN 5 Rantau Utara tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Pertama, soal pungutan Rp 20.000 yang disebut-sebut sebagai pungli oleh sekolah, ia menjelaskan bahwa dana tersebut adalah sumbangan sukarela untuk perpisahan salah seorang guru, bukan pungutan wajib dari pihak sekolah.
“Yang benar adalah sumbangan Tersebut tidak ada patokan melainkan Ikhlas hati (Sukarela) untuk perpisahan salah seorang Guru Pendidik sebagai bentuk Cindera mata.
Terkait tuduhan uang perpisahan sebesar yang disebut-sebut di Pemberitaan, secara Tegas Sumarni juga membantah keras.
“Itu tidak benar Pak, Yang disepakati dalam rapat bersama hanyalah seikhlasnya dan Terserah mau memberi sumbangan berapapun, Dana tersebut digunakan untuk membeli kalung alumni dan konsumsi saat acara perpisahan,”Jelasnya pada Wartawan ketika dikonfirmasi
Secara Tegas ia juga menegaskan kepada seluruh Wali kelas Agar mengembalikan Sumbangan Sukarela tersebut, Kok malah dibilang adanya pungutan liar.” Ujarnya lagi
“Yang benar adalah berbentuk sumbangan sukarela Dan dana ini juga sudah dikomunikasikan secara terbuka kepada para orang tua siswa Nantinya,” tambah Sumarni
“Tambahnya, setelah dana sumbangan terkumpul, langsung kami mulai acara dengan seadanya. Jadi tidak benar kalau dibilang ada dugaan pungli,” ungkapnya.
Atas seluruh tuduhan itu, pihak sekolah mengaku sangat dirugikan dan merasa perlu memberikan klarifikasi secara terbuka. Sumarni juga menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen menjalankan tata kelola pendidikan secara transparan dan akuntabel.
“Demikian klarifikasi ini kami sampaikan secara jujur dan sebenar-benarnya. Kami berharap masyarakat tidak langsung percaya dengan tuduhan sepihak yang tidak memiliki bukti kuat. Tuduhan seperti ini sangat merugikan nama baik sekolah dan kami yang bekerja dengan niat tulus membangun pendidikan,”Tutupnya
Reporter: {Hendro Nasution}
![]()





