Daerah  

Rudenim Pusat Gelar Operasi Wirawaspada 2026, Utamakan Pendekatan Humanis dalam Pengawasan Pengungsi

TANJUNGPINANG – Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pusat Tanjungpinang mengintensifkan pengawasan keimigrasian melalui pelaksanaan Operasi Wirawaspada Tahun 2026 yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia pada 8 hingga 10 April 2026.

Kegiatan ini turut dilaksanakan di wilayah Kota Batam, Kota Tanjungpinang, dan Kabupaten Bintan dengan fokus pengawasan terhadap pengungsi mandiri yang berada di luar community house.

Langkah ini dilakukan guna memastikan keberadaan dan aktivitas para pengungsi tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku, Selasa (14/4/2026)

Dalam pelaksanaannya, Rudenim Pusat membagi tim menjadi dua kelompok. Tim I bertugas di wilayah Batam, sementara Tim II melakukan pengawasan di wilayah Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.

Kepala Rudenim Pusat Tanjungpinang, Rakha Sukma Purnama, dalam briefing awal menekankan pentingnya pelaksanaan tugas secara profesional dengan mengedepankan pendekatan humanis tanpa mengabaikan aspek keamanan.

“Laksanakan tugas dengan penuh semangat dan profesional sesuai SOP. Tegas itu penting, namun yang utama tetap mengedepankan sisi humanis,” ujarnya.

Di wilayah Batam, Tim I melakukan pengawasan langsung ke sejumlah titik lokasi pengungsi mandiri, seperti Tiban, Marina, Sekupang hingga Bengkong.

Selain pendataan, petugas juga memberikan edukasi serta imbauan kepada para pengungsi agar mematuhi aturan, menjaga ketertiban, tidak bepergian tanpa izin, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar.

Tak hanya itu, petugas juga menjalin koordinasi dengan perangkat lingkungan setempat, seperti Ketua RT, sebagai upaya memperkuat sinergi dalam pengawasan serta mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini.

Sementara itu, Tim II melaksanakan pengawasan di wilayah Tanjungpinang dan Bintan dengan mengunjungi langsung kediaman pengungsi mandiri di sejumlah kawasan, termasuk Kawal dan Gunung Kijang.

Petugas juga melakukan patroli di area publik seperti kawasan Bintan Center guna memastikan tidak adanya aktivitas orang asing yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Dalam setiap kegiatan, petugas terus mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dengan memberikan arahan kepada pengungsi agar menjaga ketertiban, membangun hubungan baik dengan masyarakat, serta melaporkan kendala kepada pihak berwenang.

Rakha menegaskan, sinergi dengan masyarakat dan perangkat lingkungan menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengawasan.

“Kami terus memperkuat koordinasi dengan RT, kelurahan hingga unsur keamanan setempat. Dengan keterlibatan bersama, pengawasan bisa lebih efektif dan potensi gangguan dapat dicegah sejak dini,” tambahnya.

Berdasarkan hasil pelaksanaan, Operasi Wirawaspada 2026 berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Rudenim Pusat Tanjungpinang dalam meningkatkan kualitas pengawasan keimigrasian secara berkelanjutan, profesional, dan humanis, sekaligus menjaga stabilitas keamanan di tengah masyarakat.

Loading

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *