Wali Kota Lis: Inovasi TTG Bisa Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat

Walikota Tanjungpinang hadiri lomba TTG di SMPN 4 Tanjungpinang, Kamis (10/4/2025)

TANJUNGPINANG– Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Tanjungpinang menggelar Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) Tahun 2025 di aula SMP Negeri 4 Tanjungpinang, Kamis (10/4).

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menyebut teknologi tepat guna sebagai upaya untuk mendorong generasi muda terus berinovasi lewat teknologi sederhana yang aplikatif dan memiliki nilai ekonomi.

“Teknologi tepat guna ini mendorong sekolah-sekolah agar berinovasi. Teknologinya mungkin sederhana, tapi mampu menghasilkan produk yang bernilai dan dibutuhkan masyarakat,” ujar Lis, usai membuka kegiatan tersebut.

Menurut Lis, biaya pembuatan alat dengan pendekatan TTG relatif murah, namun hasilnya bisa maksimal.

Karena itu, ia mendukung agar kegiatan semacam ini terus digelar dan dikembangkan dari tahun ke tahun.

“Teknologi seperti ini harus kita dorong terus. Ke depan, saya berkomitmen agar hadiah bagi para pemenang ditingkatkan, supaya inovasi baru terus bermunculan,” tambahnya.

Lis berharap karya-karya yang ditampilkan tidak berhenti sampai di ajang lomba saja.

Ia mendorong agar alat-alat yang sudah dibuat bisa terus dikembangkan, bahkan diproduksi secara berkelanjutan untuk kebutuhan pasar.

“Sayang sekali kalau setelah lomba selesai, alatnya hanya disimpan. Padahal bisa dimanfaatkan dan dikembangkan lebih jauh untuk mendukung sektor ekonomi masyarakat,” katanya.

Ia juga mengajak semua pihak untuk ikut menyosialisasikan kegiatan ini, sehingga lebih banyak peserta dari berbagai latar belakang bisa terlibat pada tahun-tahun berikutnya.

“Potensi inovasi itu ada di mana-mana. Bukan hanya di sekolah, tapi juga di bengkel, komunitas, dan kelompok masyarakat. Kita tinggal membuka peluang dan mendorong mereka agar ikut serta,” ucapnya.

Salah satu inovasi menarik ditampilkan oleh SMK Negeri 3 Tanjungpinang, yakni mesin pengasap ikan multifungsi yang dapat digunakan untuk mengasap sekaligus memanggang berbagai jenis makanan.

Guru pembimbing, Mulyadi, menjelaskan bahwa alat ini dirancang sesuai dengan potensi lokal Tanjungpinang.

“Alat ini cocok digunakan masyarakat, terutama karena Tanjungpinang kaya akan hasil laut. Jika berminat, masyarakat bisa memesannya langsung di BLUD SMK Negeri 3 atau menghubungi saya di 08127797196,” ungkap Mulyadi.

Sementara itu, Kepala DP3APM Kota Tanjungpinang, Bambang Hartanto, menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk memasyarakatkan teknologi tepat guna, khususnya kepada kalangan pelajar.

Ia berharap ajang ini dapat menjadi pintu masuk bagi generasi muda dalam menciptakan teknologi sederhana yang mampu mendorong percepatan usaha dan ekonomi lokal.

“Harapannya, pelajar bisa termotivasi menjadi inovator kreatif. Karena dari teknologi sederhana inilah peluang ekonomi baru bisa muncul,” kata Bambang.

Lomba TTG tahun ini diikuti oleh 12 tim dari berbagai sekolah, yaitu SMA Negeri 1 Tanjungpinang (1 alat TTG), SMK Negeri 3 Tanjungpinang (4 alat), SMP Islam De Green Camp (6 alat), dan SMPT Islam De Green Camp (1 alat).

Ragam inovasi ditampilkan, mulai dari salep herbal daun suruhan, alat pembuat biogas dari sampah organik, mesin pengasap ikan, pengiris bawang, hingga pencacah daun portabel.

Loading

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *