TANJUNGPINANG – Menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 serta menghadapi potensi cuaca ekstrem, Pemerintah Kota Tanjungpinang memastikan pasokan kebutuhan pokok di daerah tetap aman dan terkendali.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH, dalam program Dialog Tanjungpinang Pagi di Studio Pro 1 RRI, Rabu (10/12).
Lis mengungkapkan bahwa pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok dilakukan setiap hari, terutama untuk komoditas sensitif seperti beras, cabai, bawang, gula, dan sayur mayur.
“Beberapa komoditas sempat naik karena faktor cuaca, tapi tidak ada lonjakan signifikan. Warga tidak perlu panic buying, stok mencukupi,” ujarnya.
Menurutnya, suplai kebutuhan pokok untuk Tanjungpinang masih berjalan lancar dari tiga zona utama: Bintan, Sumatera Barat, dan Jambi.
Meski pasokan dari Sumbar sempat terhenti akibat bencana, Pemko langsung mengalihkan penguatan suplai dari Jambi serta membuka koordinasi dengan daerah lain termasuk Jawa.
“Harga memang fluktuatif, tetapi kebutuhan pokok tetap aman,” jelasnya.
Pemko bersama Forkopimda juga memperketat pengawasan guna mencegah praktik penimbunan barang. Lis menegaskan pihaknya akan menggelar operasi pasar dan melakukan pengecekan ke gudang-gudang distributor.
“Kalau barang masuk 50 ton tapi yang keluar hanya 30 ton, itu indikasi menahan barang. Kami akan tindak,” tegasnya.
Untuk menjaga transparansi dan mencegah disparitas harga, Pemko berencana memasang display harga di pasar tradisional.
“Misalnya harga ikan tamban, ada tamban pancing dan tamban jaring. Jangan sampai ikan yang sama beda harga sampai Rp2–3 ribu. Kalau biasanya Rp10 ribu tapi di meja sebelah jadi Rp15 ribu, masyarakat boleh komplain,” kata Lis.
Selain bahan pangan, Pemko juga memastikan ketersediaan LPG 3 kg aman. Pemkot telah mengajukan tambahan kuota ke Pemprov Kepri dan telah mendapatkan peningkatan sekitar tujuh persen.
“Stok aman meskipun sempat diprediksi kurang,” ujarnya.
Lis mengajak masyarakat melapor jika menemukan harga tidak wajar ataupun kelangkaan barang.
“Aduan bisa disampaikan ke Kominfo di 0822-8658-0144 atau ke nomor saya di 0852-6428-8881. Apa pun masalahnya akan kami tindaklanjuti,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Tanjungpinang, Riany, menambahkan bahwa stok dan harga kebutuhan pokok menjelang akhir tahun masih terkendali.
“Cuaca memang mempengaruhi beberapa komoditas, tapi ketersediaan di pasar tetap ada. Jangan khawatir. Disdagin bersama Satgas Pangan Polresta terus mengawasi agar kebutuhan warga terpenuhi hingga Nataru dan hari besar keagamaan,” ujarnya.
![]()





