Daerah  

Marwah Kabupaten Bintan Tercoreng,DPP P2B Akan Surati DPRD Bintan Dan DPR RI, Atas Dugaan Skandal Roby Kurniawan

Bintan – Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Pemuda Bentan (DPP P2B) kembali menyoroti dugaan skandal perselingkuhan Bupati Bintan Roby Kurniawan dengan selebgram Ayu Aulia,(25/8).

Dimana hingga saat ini belum ada bantahan atau pernyataan resmi dari Roby Kurniawan terhadap dugaan skandal perselingkuhan Yang tertuju pada Bupati Bintan tersebut.

Ketua DPP Persatuan Pemuda Bentan (P2B), Hendra, menegaskan persoalan tersebut tidak semestinya dibiarkan berkembang menjadi spekulasi tanpa adanya kejelasan dari pihak-pihak yang disebut.

Menurut Hendra, yang menjadi perhatian P2B bukan semata-mata persoalan kehidupan pribadi, melainkan menyangkut marwah Daerah Kabupaten Bintan dan integritas seorang kepala daerah.

“Kami tidak sedang menghakimi siapa pun. Tetapi ketika isu ini sudah menjadi konsumsi publik dan menyeret nama kepala daerah, tentu ada tanggung jawab moral untuk di mintai kejelasan, Marwah Kabupaten Bintan juga harus dijaga oleh seorang kepala daerah,” ujar Hendra.

Hendra mengungkapkan, P2B dalam waktu dekat akan menyurati DPRD Kabupaten Bintan serta Komisi II DPR RI untuk menyampaikan perhatian dan sikap atas polemik antara Bupati Bintan dengan Selebgram Tersebut.

Langkah itu, kata dia, diperlukan agar persoalan yang telah menjadi perhatian publik tersebut dapat dilihat secara objektif melalui mekanisme kelembagaan yang sesuai.

“Kami akan menyurati DPRD Kabupaten Bintan dan Komisi II DPR RI. Kami ingin persoalan ini dilihat secara serius, bukan untuk menghakimi, tetapi untuk memastikan marwah Kabupaten Bintan dan kehormatan pemerintahan daerah tetap terjaga,” tegasnya.

Berawal dari Unggahan Ayu Aulia

Sebelumnya, jagat media sosial dihebohkan dengan sejumlah unggahan selebgram Ayu Aulia yang mengungkap persoalan pribadi dengan seorang pria yang disebutnya sebagai kepala daerah berinisial “R”.

Dalam sejumlah unggahannya, Ayu Aulia menyampaikan kisah mengenai hubungan masa lalu, pertemuan yang kembali terjadi, hingga persoalan kehamilan dan tindakan medis yang disebut berdampak serius terhadap kondisi dirinya.

Sejumlah petunjuk yang disampaikan Ayu Aulia kemudian dikaitkan warganet dengan Bupati Bintan Roby Kurniawan. Salah satunya berkaitan dengan latar belakang pendidikan serta masa jabatan kepala daerah 2025–2030.

Ayu Aulia sendiri sebelumnya diketahui pernah mengakui bahwa dirinya dan Roby Kurniawan pernah menjalin hubungan ketika masih berstatus mahasiswa.

Dalam salah satu pernyataannya, Ayu Aulia juga menyinggung adanya pertemuan berulang pada tahun sebelumnya, termasuk makan bersama dan pertemuan di salah satu hotel di Jakarta.

Polemik tersebut kemudian semakin ramai setelah Ayu Aulia mengunggah percakapan yang menyebut sosok berinisial “R” serta pihak yang disebut sebagai “bapaknya si R”. Namun, kebenaran dan konteks keseluruhan percakapan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Roby: Persoalan Pribadi Akan Dibahas Secara Pribadi

Saat dikonfirmasi mengenai isu kehamilan Ayu Aulia yang dikaitkan dengan dirinya, Roby Kurniawan sebelumnya memberikan jawaban singkat.

“Secara pribadi nanti kita bahas pribadi, oke,” ujar Roby.

Pernyataan tersebut belum menjelaskan secara rinci substansi tudingan yang beredar di media sosial.

Hendra menilai, kondisi tersebut justru membuat ruang spekulasi semakin terbuka. Karena itu, P2B mendorong adanya penjelasan yang propesional dan tidak menimbulkan tafsir liar di tengah masyarakat.

“Kalau memang itu tidak benar, sampaikan dengan jelas. Kalau ada persoalan yang harus dijelaskan, tentu juga harus disampaikan sesuai mekanisme dan aturan. Jangan sampai masyarakat Bintan terus digiring dalam ruang spekulasi,” katanya.

Menurut Hendra, jabatan kepala daerah membawa konsekuensi etika dan tanggung jawab publik. Karena itu, setiap persoalan yang berpotensi mempengaruhi kepercayaan masyarakat harus disikapi secara serius.

“Kami ingin Kabupaten Bintan tetap memiliki marwah. Kepala daerah adalah representasi masyarakat. Karena itu, integritas, etika dan kepercayaan publik harus menjadi perhatian utama,” pungkasnya.

P2B menegaskan, surat kepada DPRD Kabupaten Bintan dan Komisi II DPR RI nantinya merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat, sekaligus meminta agar persoalan tersebut dapat ditelaah secara objektif berdasarkan fakta dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sementara Ayu Aulia pernah menyatakan bahwa Bupati “R” Yang dimaksud adalah Roby Kurniawan.

Ayu Aulia saat di Konfirmasi melalui via telepon, mengenai siapa sebenarnya sosok Bupati “R” dimaksud. Dirinya mengatakan.

” Kalau pun Roby kenapa rupanya, suruh dia bilang suruh dia jangan sariawan, ROBY KURNIAWAN ANSHAR”

(Tim)

Loading

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *