BINTAN – MediaCyberNews.Com – Pondok Pesantren Madani Tebuireng Bintan, menggelar acara wisuda santri tingkat MTS dan Man tgl 1 Juni 2025 kemarin, di aula Bhadrah Resort Jl. Raya Kawal Kabupaten Bintan,(10/6).
Acara Wisuda tersebut juga diikuti oleh 12 Santri Korban kekerasan yang di lakukan oknum Ustad Pondok pesantren Madani Tebuireng Bintan.
Dari 12 santri yang menjadi korban, beberapa santri tidak mau melanjutkan pendidikan di Pondok pesantren Madani Tebuireng Bintan karena takut.
Hal itu tentu menunjukan bahwa tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum ustad di pondok pesantren Madani Tebuireng Bintan terhadap santri, sangat berdampak negatif untuk psikologis santri tersebut.
Salah satu santri wati yang menjadi Korban kekerasan oknun ustad saat di wawancara mengatakan, orang tua nya tidak terima dengan perlakuan oknum ustad yang melakukan kekerasan terhadap dirinya.
” sekolah di SMA aja. Tidak mau sekolah di pondok lagi, bapak sama mamak sudah tau, mamak tidak terima kami di tampar, pihak pondok juga belum ada minta maaf dan tidak ada datang kerumah” Ucap santri wati yang namanya tidak mau disebutkan.(TIM)
![]()





