Putra Bintan Jadi Prajurit Perdamaian PBB, Serka Miswandi Jalankan Misi Kemanusiaan di Lebanon

BINTAN — Nama Indonesia kembali hadir dalam misi perdamaian dunia. Kali ini, salah satu putra terbaik Kepulauan Riau (Kepri), Serka Miswandi, dipercaya menjalankan tugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) tahun 2026 di Lebanon.

Serka Miswandi merupakan prajurit TNI Angkatan Udara yang berdinas di Denma Mabesau. Ia lahir dan tumbuh di Desa Sri Bintan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.

Penugasan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Miswandi. Dari tanah kelahirannya di Pulau Bintan, ia kini membawa nama Indonesia dalam tugas internasional untuk mendukung terciptanya perdamaian di Lebanon Selatan.

“Alhamdulillah, saya bersyukur bisa mendapatkan kesempatan untuk berkontribusi kepada negara melalui misi perdamaian PBB ini. Harapan saya, selama menjalankan tugas dapat memberikan yang terbaik sekaligus mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional,” kata Miswandi.

Dalam menjalankan misi, Miswandi tergabung dalam Military Community Outreach Unit (MCOU) XXX-P Kontingen Garuda UNIFIL 2026. Unit tersebut berada dalam struktur misi yang dipimpin oleh komandan asal Italia.

Miswandi bertugas di Tactical Community Outreach Team (TCOT). Tugasnya tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga membangun komunikasi dan hubungan dengan masyarakat di wilayah Lebanon Selatan.

Bersama tim, ia melakukan kunjungan langsung ke desa-desa, sekolah dan bertemu dengan tokoh masyarakat setempat.

Interaksi tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai persepsi masyarakat, memahami sikap dan perilaku warga, sekaligus menjelaskan mandat yang diemban UNIFIL berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB.

Salah satu kegiatan yang menjadi pengalaman berkesan bagi Miswandi adalah program edukasi MCOU di Al-Masaken School, Tyre, Lebanon.

Dalam kegiatan tersebut, personel MCOU memperkenalkan UNIFIL kepada para siswa sekaligus memberikan pemahaman sederhana mengenai peran pasukan perdamaian PBB dalam menjaga stabilitas di Lebanon Selatan.

Namun, kegiatan tidak berlangsung kaku. Para siswa diajak berinteraksi melalui kegiatan menggambar, bernyanyi dan menari bersama.

Suasana penuh keakraban tersebut menghadirkan tawa dan senyum para siswa. Bagi personel MCOU, interaksi sederhana itu menjadi salah satu cara membangun kedekatan dan kepercayaan dengan masyarakat.

“Respons dari pihak sekolah sangat positif. Partisipasi siswa juga tinggi sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik. Kami juga dapat melihat secara langsung kondisi sekolah serta berkomunikasi dengan kepala sekolah, guru dan siswa,” jelasnya.

Miswandi menilai, misi perdamaian tidak selalu harus dilakukan melalui kegiatan formal. Kehadiran pasukan perdamaian di tengah masyarakat, menurutnya, juga memiliki arti penting dalam membangun rasa percaya.

“Melalui senyuman, kebersamaan dan perhatian kepada anak-anak, kami menunjukkan bahwa misi perdamaian bukan hanya mengenai menjaga stabilitas, tetapi juga bagaimana membangun kepercayaan dan menumbuhkan harapan,” ujarnya.

Pengalaman di Lebanon memberikan pemahaman baru bagi Miswandi bahwa perdamaian dapat dibangun dari hal-hal sederhana.

Mendengarkan masyarakat, berkomunikasi secara langsung dan menunjukkan kepedulian menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara pasukan perdamaian dengan masyarakat lokal.

“Menjaga perdamaian bukan hanya berada di garis tugas. Kita juga harus hadir di tengah masyarakat, mendengar, berkomunikasi dan membangun rasa percaya,” katanya.

Sebagai putra Bintan, Miswandi menyadari bahwa tugas yang diembannya bukan hanya membawa nama pribadi maupun satuan, tetapi juga menjadi bagian dari wajah Indonesia di mata masyarakat internasional.

“Sebagai putra Bintan yang sekarang bertugas jauh dari tanah kelahiran, setiap senyum anak-anak Lebanon menjadi bagian dari pengabdian yang saya bawa dari Indonesia,” ungkapnya.

Di balik tugas yang jauh dari keluarga, dukungan istri dan kedua putrinya menjadi kekuatan tersendiri bagi Miswandi.

Ia menyebut doa dan restu keluarga terus menjadi penyemangat dalam menjalankan setiap rangkaian tugas di Lebanon.

“Saya sangat bersyukur keluarga mendukung dan bangga dengan tugas yang saya jalankan. Doa dan restu mereka menjadi penyemangat bagi saya,” tuturnya.

Miswandi juga berharap perjalanan tugasnya dapat memberikan inspirasi bagi generasi muda, khususnya anak-anak muda di Kepulauan Riau.

Ia ingin pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa putra daerah juga memiliki peluang untuk mengabdi kepada bangsa, bahkan membawa nama Indonesia hingga ke tingkat internasional.

“Semoga pengalaman ini bisa menjadi motivasi bagi anak-anak muda di Kepri untuk terus belajar, berprestasi dan memiliki semangat untuk mengabdi kepada negara,” harapnya.

Perjalanan Serka Miswandi dari Desa Sri Bintan menuju Lebanon menjadi kisah tentang pengabdian yang melampaui batas geografis.

Dari sebuah desa di Pulau Bintan, seorang prajurit Indonesia kini berdiri bersama pasukan perdamaian dunia, membawa satu pesan sederhana: perdamaian dapat dimulai dari kepedulian, komunikasi dan hubungan antarmanusia.

Loading

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *